Serba-Serbi Memory 2017 (Part 2)

by - December 30, 2017

Kalo sebelumnya aku bahas soal komunitas love suroboyo yang aku ikuti, kali ini aku mau bahas komunitas yang lain. Relawan Nusantara. Sebenernya baru sebulan lalu resmi jadi anggota. Eh belum ding masih ada orientasi. Oh iya kemarin juga kita carel (calon relawan) diospek dengan buat event indonesia mendongeng 5. Greget banget yak ospeknya langsung diminta bikin event gede yang diselenggarakan serentak di 25 kota di indonesia. I’m so excited!



Indonesia Mendongeng ini ajang silahturahmi tpa tpq se indonesia. Kita mengundang seorang ust untuk mendongeng dengan pesan moral yang baik untuk adek-adek. Seperti biasaaaa, aku join di sie pubdekdok (publikasi dekorasi dokumentasi). Hehe. Karena aku rasa disini aku bisa lebih totalitas. Alhamdulillah kemarin acaranya lantjar jayaaaaa. Yang bikin wow itu karna Bu Risma dateng meeennn! Terima kasih ibu sudah meluangkan waktunya untuk datang ke acara kami. Terharu biru. Walaupun evaluasi dari acara kemarin kurang koordinasi tapi yaa lumayan lah ya hehe. Semoga aja rutin diadakan tahunan. Karna memang bermanfaat untuk adek-adek tpq. Dan aku merasa aneh dengan group wa pasca event. Jadi sepi hehe. Padahal biasanya rame banget. Ngomongin rapat lah, laporan sie ini itulah, tanya perlengkapan, belanja bingkisan, dll.



Jadi relawan itu gampang-gampang susah. Karna kamu harus bener-bener rela akan banyak hal. Rela waktu, rela tenaga, dan rela pikiran. Disamping rela materi ya. Semua yang kamu lakuin itu keikhlasan untuk membantu orang lain. Tanpa berharap apa pun balasannya dari siapa pun. Namanya juga ikhlas. Eh salah, namanya juga rela-wan. Aku sangat amat menghargai setiap orang yang meluangkan waktunya untuk orang lain. Karna waktu adalah sesuatu yang tidak daapat ditukar dengan apapun. Coba bayangin, kamu meluangkan waktumu untuk mengajari temanmu belajar suatu mata kuliah misalnya. Anggap saja 1 jam. Waktu 1 jam itu kamu berikan untuk mengajarinya. Padahal di kesempatan yang sama, bisa aja kamu pake waktu 1 jam itu buat belajar sendiri, nonton, cari buku, nulis, hunting, atau segala sesuatu yang kamu suka dan inginkan. Tapi kamu rela memberikan waktu 1 jam itu dan nggak bisa kamu minta balik. Hidupmu berkurang 1 jam untuk orang lain. So sweet ya <3 (haha lebay). Jadi hargailah orang-orang yang sudah merelakan waktunya untukmu. Sama halnya dengan tenaga dan pikiran yang mereka relakan untuk sesama.

Lagi-lagi aku dibuat takjub oleh beberapa anggota relawan senior. Gimana caranya mereka seikhlas itu meluangkan sepersekian hidup mereka untuk orang lain? Semoga aku bisa seperti mereka kelak. Aamiin.

Well, overall 2017 itu nano-nano. Seneng, sedih, marah, kecewa. Alhamdulillah semuanya ada di tahun ini.




Ditahun ini alhamdulillah aku bisa kelarin kuliah. Ngerjain skripsi jungkir balik. Ngumpulin mood buat ngetik 1 kalimat masyaAllah luar biasa. Ngerjain skripsi juga nyolong-nyolong waktu disela kerja ehehe. Pak Rico maafkan saya ya pak. Kelar sidang proposal rasanya plong sampe sempet melupakan lanjut kerjain 1 bulanan. Begitu deadline sidang deket gelagapan. Lembur sampe pagi. Tiap hari ngewhatsapp dosbing baut asistensi. Makasih Bu Amrita I Love You to the moon and back to the moon lagi and back lagi. Bolak-balik stasiun dan daop buat minta data. Bayangin, nunggu balesan acc buat mulai survey aja 1 bulan. Dan itu juga nggak langsung dikasih, masih dibulet-buletin kesana kemari. Rasanya pengen marah karena dioper-oper tapi apalah dayaku mahasiswa skripsi. Bisa apa mah. Akhirnya aku kontak semua orang dalem buat nanyain gimana progresnya suratku. Hehe sampe-sampe bapaknya yang nangani suratku bilang ‘kamu ini kenalannya banyak ya’ HAHA maafin ya pak. Bapak sih kenapa belibet. The power of relasi dan socmed. Jangan ditiru ya rek. Pas survey juga ada aja, begitu sampe porong istirahat sholat shubuh dan jalan ke taman sebentar begitu mau balik ke surabaya eh ketinggalan kereta. Rasanya pengen nangis guys. Well, karena aku sudah ijin telat ngantor, pagi-pagi minta tolong temen-temen buat bantu survey (mereka jam 3 pagi sudah bangun dan otw stasiun bayangin, love you guys), and honestly waktu itu aku lagi bokek banget. Akhirnya balik ke surabaya naik elf. Merasa nggak enak, kecewa, dll. Akhirnya beberap akali survey majulah aku sidang skripsi. Waktu sidang pun nggak jauh-jauh dari drama. Dosen penguji benar-benar menguji. Sampe nangis. Pas ngasih revisian ke dosen itu beliau bilang ‘Kamu kenapa kemaren nangis, orang saya lho Cuma bercanda aja biar ada kenang-kenangan’ mak jleb nget. Yasudahlah akhirnya sah lah saya menjadi sarjana. Alhamdulillah.

Setalah ketok palu aku pun memutuskan untuk resign karena beberapa alasan. Alhamdulillah aku nggak pernah nyesel resign. Walaupun beberapa orang bilang cari kerja itu susah, kenapa resign. Aku yakin Allah udah kasih jalan untuk hambanya. Dengan resign aku pun mengenal beberapa bocah yang menjadi muridku. Dengan menjadi mbak mereka aku jadi belajar bagaimana menjadi seorang kakak, guru, dan ibu yang baik. Bagaimana seharusnya mendidik seorang anak dengan karakter yang berbeda. Seru sih menurutku hehe. Dan anak-anak ini buat aku berpikir, ternyata kids jaman now ini bener-bener jauh dari tujuan mereka. Kecuali yang sd. Coba baca tulisanku yang Kids Jaman Now.
Di tahun 2017 ini aku jarang banget keluar kota. Gegara skripsi ahahah. Soalnya rasa ada beban kalo ninggalin skripsi. Palingan terakhir yang ke kediri itu. Kalo malang nggak masuk itungan kan ya hehe. Makanya itu aku juga udah jarang nulis soal traveling. Jadi tahun ini aku lebih anak rumahan. Entah tahun depan kan udah kelar skripsinya haha.


Beberapa hal yang nggak mengenakan juga ada di tahun ini. Ngerasain sedih maksimal waktu harus mengorbankan sesuatu yang sangat amat aku cintai. Sampe sempet down juga. Yaaaa namanya juga hidup, semuanya serba titipan. Kalo yang punya mau ambil kita bisa apa? Tersenyum dalam hati menangis haha. Kita mah manusia nggak punya apa-apa.

Ditahun ini juga aku jadi lebih mengenal beberapa orang. Beberapa orang baru muncul dan beberapa yang sudah aku kenal pergi. Yang lain ada yang tak ada kabar. Wajar. Lebih memahami apa arti dari sebuah pertemanan. Mengenali batasan yang ada. Mana yang kawan dan lawan. Mana yang kudu dipertahankan dan ditinggalkan. Ini bisa jadi ajang intropeksi diri. Mengapa mereka memilih pergi? Wait, mereka yang pergi atau aku yang pergi? Siapa yang salah? Aku atau mereka? Wajar jika seseorang ingin diperhatikan. Tetapi, sudahkah ia memperhatikan orang lain? Bukannya hidup ini ada timbal baliknya. Sama seperti, jika kamu tidak ingin menunggu saat janjian bertemu. Ya kamu jangan terlambat saat janjian dengan orang. Sesimple itu sih.

Yaaaah, begitulah tahun 2017ku. Nano-nano! Gimana ceritamu?


Dan untuk resolusi 2018, semoga segala hal yang ada di list lebih banyak yang terlaksana. terutama soal rutin nulis di blog. karena aku nggak pandai untuk berbicara melalui lisan. Tulisan dan foto bisa menggambarkan seorang aku. Semoga segalanya berjalan lancar dan jauuuhhh lebih baik lagi. Aamiin. 

You May Also Like

0 comments