2. Pertemuan Dengan Manusia Pencerita

by - February 20, 2018

30 Hari Bercerita Surabaya 

Kuraih kunci motorku dengan tergesa dan memperhatikan kembali isi tas. Domper, charger, buku, tempat pensil, dan botol minum. Baiklah, lengkap sudah. Aku bergegas menuju ruang tamu untuk berpamitan dengan mama.  Mencium tangannya dan berlalu dengan cepat.

Hari ini hari pertamaku bertatapan langsung dengan para pencerita hebat. Pukul 3 aku tiba dilokasi tepat saat adzan berkumandang. Kuputuskan untuk sholat terlebih dahulu. Tiba-tiba ada seseorang yang menyapaku. Tersenyum. Kubalas tersenyum dengan tanda tanya, Siapa ya?. Berlalu aku segera sholat. Selesainya sholat, aku segera menuju meeting point. Di depan pintu Perpustakaan Balai Pemuda. Hingga ada beberapa orang bertanya padaku, “Mbak, meetup 30haribercerita?” aku tersenyum dan mempersilahkannya duduk. Hingga kami terkumpul duduk melingkar.

Diawali dengan sapaan, Lana dan aku jelasin kalo kita sesungguhnya bukanlah admin dari 30 Hari Bercerita, melainkan sesama peserta seperti mereka yang kebetulan diemban tugas untuk menjadi koordinator acara 30 Hari Bercerita chapter Surabaya. Lantas menjelaskan bagaimana terjadinya meet up ini yang berujung ngemper di teras perpustakaan ini di Minggu sore yang cerah-cerah hangat hehe.

Diakhiri dengan kalimat “Jadi gitu guys”, mulailah mengalir perkenalan singkat dari masing-masing teman untuk menyebutkan nama, asal, kesibukan, dan kesan mengikuti event #30HariBerita kemarin. Kami berasal dari berbagai macam latar belakang. Ada yang baru menjejaki dunia perkuliahan, mahasiswa tingkat akhir yang nggak kelar-kelar (mahasiswa abadi hehe), pekerja swasta, wiraswasta, hingga ibu rumah tangga dengan background mantan penyiar radio kondang Suara Surabaya. Soal usia? Jangan ditanya. Kita mah semua generasi ada kayak gado-gado. Mulai dari era 70-an hingga seterusnya. Menulis tidak mengenal usia. Ternyata asal mereka juga beragam. Kebanyakan dari mereka adalah perantau. Ada yang dari Jombang, Magelang, Jakarta, Palembang, dan Kalimantan (aku lupa nama kotanya). Dan disinilah kami dipertemukan, di Kota Pahlawan. 

Kesan mereka pun beragam. Yang aku bisa tangkap dari ekspresi mereka adalah mereka sangat amat antusias untuk mengikuti event bercerita di instagram kemarin. Berlomba-lomba jangan sampe bolong. Komit untuk menulis tiap harinya. Sama-sam berlatih. Yang utang? Lunasi segera! Tapi, ada juga yang kalah sama buntu dan malas, aku salah satunya ahahah. Dari 17 teman yang hadir, 3 dari mereka bisa ikutan event full cerita 30 hari. Ialah Anton, Jujui, dan Sandy. “Kemaren itu aku kan lagi garap skripsi ya. Jadi, ya sekalian ajalah nulis buat selingan biar nggak jenuh skripsian”, yang ini cerita versi si Jujui. Luar biasa. “Itu cerita pasti kebanyakan isinya curhatan ketemu dosbing” celetuk salah satu teman yang disambut dengan tawa oleh yang lain.
Ada yang seneng banget akhirnya ikutan meetup karena doi udah ikutan event #30haribercerita ini waktu tahun 2012 masih jaman-jamannya di twitter. Ada juga yang baru pertama ikut, kayak aku ehhe. Trus ternyataaa ada pula yang ketemu saama idolanya. Ngakunya sih doi suka banget baca tulisan si dia eh ketemu deh di meetup.

aku kebagian baca surat dari mbak Novria hihi

Kelar sesi perkenalan, mulailah sesi membaca surat dari teman kita, penghargaan membaca surat pertama dilakukan oleh mereka yang full nulis 30 hari. Isi surat Salam yang kami dapat pun beragam. Ada yang beneran surat berisi salam untuk kita teman barunya sampe curhatan sedih tentang si dia yang nggak kunjung peka haha. Lucu deh pokoknya. Seru. Trus, karena ini kita nulisnya pake tulisan tangan jadi makin seru lagi pas beberapa tulisan salah baca. Kayak resep dokter jadinya hehe. Karena kita cuma sedikit, jadinya aku minta mereka pada baca semua. Dan suratnya harus dibawa pulang. Difoto dan di up di instagram dikasih caption kesan pertemuan pertama ini. Jangan lupa juga mention si empunya surat. Sebagai oleh-oleh pertemuan ini. Suratnya dijaga yaaaa hihi. 

Lalu, mulailah sesi baca cerita favorit. Seharusnya sih di sesi ini kita baca cerita favorit kita yang ditulis teman kita. Tapi, malah kebanyakan baca cerita favorit tulisan sendiri soalnya nggak sempet ngesave cerita temen pas baca. Tapi nggak masalah. Toh tiap dari kita pasti pembaca tulisan kita sendiri. 

Selepas membaca cerita, kita pun saling sharing pengalaman sambil ngabisin cemilan ehehe. Dan beberapa teman pun mulai mengusulkan beberapa hal baik untuk kegiatan kedepannya. Semoga aja ya di acc sama mimin hehe. Karena kau setuju banget, sebuah perkumpulan akan hambar jika tak dapat memberikan manfaat kepada sesamanya. Jadi terkesan Cuma hura-hura aja gitu kalo nggak ngapa-ngapain hehe.

Bener-bener nggak kerasa deh udah sore aja jam 6 dan masuk waktu maghrib. Dan tibalah saat kita berpisah. Tenang, ini berpisah untuk bertemu kembali. Semoga dieprtemuan berikutnya lebih baik lagi dan lebih banyaaak yang bisa hehe. 

Yeay!
Salam


You May Also Like

0 comments