Ambil Nafas Dalam-Dalam

by - February 17, 2018




Aku yakin hampir semua manusia pasti pernah marah. Karna memang manusia diberi anugerah beragam emosi. Iya, kalo menurutku marah juag termasuk anugerah. Dalam hal positif sih tentunya. Kayak semisal, kita marah karena seseorang melecehkan agama kita. Dengan marah biasanya akan timbul keberanian. Keberanian untuk membela agama kita tersebut.

Terus pernah nggak sih kalian marah karna sesuatu yang nggak sejalan sama harapan kalian? Ah, aku yakin ini juga pasti semua orang pernah mengalami. Termasuk aku. Aku pernah merasa marah kepada seseorang yang seharusnya kuhormati. Aku lupa perihal apa, tapi aku masih mengingat emosinya dan bagaimana perasaanku saat itu.

Pagi itu aku akan berangkat ke sekolah. Sesuatu hal menyulut emosiku sehingga aku uring-ringan. Lantas saat diatas sepeda motor aku berpikir, moodku akan berantakan jika aku terus membiarkan emosi negatif ini memenuhi seluruh perasaanku. Dan tentunya akan berdampak ke sekelilingku. Dan pasti tak akan nyaman. Lantas aku menepikan sepeda motorku. Kupejamkan mata. Aku menarik nafas dalam-dalam dan menahannya selama beberapa detik. Kulakukan tiga kali hembusan. Sambil berujar, Tidak apa-apa, aku baik-baik saja, tak ada masalah. Aku membuka mataku setelahnya. Dan seketika hatiku merasa ringan tak ada beban. Perasaan gelap beberapa menit sebelumnya seakan lenyaplah sudah. Aku pun melanjutkan perjalananku lagi menuju sekolah.

Mungkin saat itulah aku bisa berdamai, menerima, dan ikhlas. Dalam beberapa tahun terakhir, aku merasa sedikit banyak gejolak. Aku tahu, sebagai muslimah dengan usia yang semakin senja seharusnya aku semakin paham mengenai banyak hal. Tetapi yang aku lakukan malahan sebaliknya. Hatiku tertutupi awan kelabu. Mungkin ini saatnya aku mengambil nafas dalam-dalam dan merapalkan beberapa mantra seperti saat itu. berusaha untuk berdamai, menerima, dan ikhlas.

Lelah memang sering menghampiri. Lelah itu ada supaya kita rehat sejenak. Rehat itu ada supaya kita berpikir. Apa yang sudah, sedang, dan akan kita lakukan. Ketiga masa yang selalu berhubungan. Yang lalu tinggalkan berlalu, yang kini jalani sebaik mungkin, yang akan datang rencanakan seindah-indahnya.

You May Also Like

0 comments