Norwegian Wood

by - September 11, 2019



Judul                  : Norwegian Wood
Penulis               : Haruki Murakami
Penerbit             : Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
Halaman            : 426 halaman
Dipublikasi        : Juli 2005

Toru Watanabe. Tokoh utama dalam cerita ini yang bercerita mengenai kehidupan sosialnya semasa SMA. Ia memiliki sahabat karib satu-satunya bernama Kizuki. Pun sebaliknya bagi Kizuki. Kizuki memiliki kekasih yang bernama Naoko. Mereka selalu pergi kemana pun bertiga. Persahabatan yang saling melengkapi. Kizuki selalu bisa menjadi penengah antara Watanabe dan Naoko. Itulah kelebihan Kizuki, mampu mencairkan suasana. Watanabe pun sempat berrtanya-tanya, mengapa Kizuki hanya memilih ia sebagai  sahabat karibnya padahal ia sangat mudah untuk bergaul.

Sepulang sekolah Kizuki dan Watanabe pergi untuk bermain biliard. Betapa terkejutnya Watanabe saat mendengar kabar sepulangnya bahwa Kizuki ditemukan gantung diri. Kejadian itu membuat Watanabe kehilangan dan memutuskan untuk kuliah di Tokyo. Begitupula Naoko. Kepergian Kizuki membuatnya begitu terpukul. Lubang besar mulai mengaga dalam hati mereka berdua.

Di Tokyo Watanabe dan Naoko berusaha untuk memulai lembaran baru. Mereka berdua sering bertemu. Hari Minggu adalah hari bersama Naoko. Mereka menghabiskan waktu dengan berjalan mengelilingi kota. Perlahan-lahan mereka pun saling membutuhkan. Entah ikatan apa yang sebenarnya mereka miliki. Mungkin karena mereka memiliki kesamaan, ditinggalkan oleh seseorang yang begitu dekat. Kizuki.

Suatu hari saat merayakan ulang tahun Naoko di apartemennya, Naoko menghilang tanpa jejak. Watanabe merasa kehilangan teman satu-satunya ia bisa berbagi banyak hal. Ia pun melampiaskannya dengan banyak berkencan dengan wanita yang ia temui bersama Nagasawa di tempat hiburan. Tapi, itu semua tetap tak mampu menggantikan sosok Naoko. Hingga ia bertemu dengan Midori, teman sekampusnya yang berpenampilan nyentrik. Midori begitu berbeda dengan Naoko. Midori sangat terbuka dan blak-blakan mengenai banyak hal. Termasuk kehidupan pribadinya. Perbedaan sifat mereka justru membuat Watanabe merasa hidup kembali. Di saat yang sama, ia mendengar kabar mengenai Naoko. Kebimbangan pun mehinggapi hati Watanabe.

Haruki Murakami menggambarkan begitu hebatnya dampak dari kehilangan dari cerita setiap tokoh. Mulai dari Naoko yang ditinggal kakak dan kekasihnya dengan cara yang sama, yaitu gantung diri. Watanabe yang kehilangan Kizuki selepas ia bersenang-senang semasa SMA. Midori yang kedua orang tuanya meninggal karena sakit kanker dan sempat berujar menyesal melahirkan Midori. Meski pun begitu, ia tetap berusaha untuk berbakti kepada kedua orang tuanya di akhir waktu mereka. Reiko yang sempat meragukan dirinya karena mengalami pelecehan yang dilakukan murid perempuannya yang berusia 13 tahun dan memutuskan untuk meninggalkan suami dan anaknya.

Buku ini menggambarkan kesepian dengan sangat jelas hingga saya seperti mampu merasakan apa yang tokoh-tokoh itu rasakan. Deskripsi masalah kejiwaan mereka membuat saya ikutan gila. Sampai-sampai saya sempat merasa tidak saggup untuk menyelesaikan buku ini. Kehilangan memang tidak akan pernah mudah. Sekeras apapun kita mencoba menyembuhkan, pasti ada bagian dari diri kita yang akan tetap merasa hampa.  

Sayangnya ada bagian diakhir cerita yang membuat saya bertanya-tanya bagaimana bisa mereka melakukan itu. Atas dasar apa kejadian itu bisa terjadi? Selain itu akhir cerita dari buku ini juga menggantung. Jadi untuk yang menyukai akhir cerita menggantung mungkin akan puas dengan buku ini.

You May Also Like

4 comments

  1. Waaahh..jadi penasaran bwt baca bukunya nih mba 😊😊 saya kebetulan belum pnh membaca novel karya org jepan

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan silahkaaann. bagus kok buku ini. dpt banget feelnya sampe saya sempet nangis juga di beberapa bagian hehe

      Delete
  2. Penasaran..... Bagus kayaknya..:D

    ReplyDelete
  3. Yakin Kizuki meninggal gantung diri? Bukannya menghirup gas di mobil?

    ReplyDelete