Es Krim Hijau

October 10, 2021

Dua hari ini ia gelisah. Banyak hal yang menghantui pikirannya. Padahal, ia berencana untuk menghabiskan akhir pekan dengan bersenang-senang. Berpura-pura lupa akan kehidupan yang dijalaninya sementara. 


Sabtu itu sudah ia putuskan untuk menghabiskan waktu dengan mengobrol bersama seorang teman. Padahal, ia pikir akan menjadi hari yang menyenangkan. Tapi, nyatanya di penghujung hari, ia hanya mendapati dirinya menyesal. Ia telah membuang waktu dengan percuma. Bukannya semakin bertenaga, ia justru kehilangan lebih banyak tenaga. 


Sebenarnya ia tengah kebingungan. Bagaimana caranya mendapatkan kembali energi yang telah terkuras habis selama sepekan?


Lalu, hari berikutnya, ia kembali dibingungkan dengan dengan kegiatan yang akan dilakukannya. Bertanya-tanya pada hati apa maunya supaya tak merasa menyesal telah menyia-nyiakan waktu yang berharga. Yang tak akan terulang kembali. 


Pagi hari ia bingung harus melakukan apa. Ia bersantai, tapi isi kepalanya justru memintanya untuk menjadikan hari yang sangat produktif dengan segudang pekerjaan yang telah tertunda. Tapi, ia enggan untuk menatap layar. 


Akhirnya ia pun memutuskan untuk tidur tanpa batas waktu. Ia memilih untuk membebaskan tubuhnya untuk beristirahat. Mengganti waktu yang selama ini telah tersita. Berharap saat terbangun hati akan menjadi jauh lebih baik. 


Tapi, nyatanya tak begitu. Setelah berpikir, ia pun memutuskan untuk pergi seorang diri. Kegiatan yang kalau diingat-ingat, sudah lama tak dilakukannya. 


Ia beranjak dan menyerahkan arah pada kedua tangan. Ia pasrah kemana tangan akan membawanya. Sesampainya di sebuah kedai, kaki pun melangkah. Hmm, sebenarnya bisa dibilang ini pilihan yang tepat karena di luar cuaca sedang panas-panasnya. 


Setelah memesan, ia pun duduk di sudut bangku favoritnya. Bangku paling pojok dekat dengan jendela besar. Sudut paling sempurna untuk memantau jalannya kehidupan. Berdiam diri menikmati sekitar sambil menikmati es krim hijau sebagai kamuflase. Sialnya, ternyata ia justru terbawa suasana dan menikmati es krim hijau itu dengan penuh suka cita. 


Ternyata benar kata orang. Es krim hijau ini mampu membenahi perasaan seseorang dengan begitu ajaib. Meski begitu, setelahnya ia tak melupakan tujuan awalnya singgah ke kedai itu. Sambil sesekali menikmati, ia mengambil buku dan pena lalu memulai goresan demi goresan. 


Perlahan ia mengurai isi kepala dan hati. 


You Might Also Like

1 comments

  1. es krim hijau, yang ada dibenakku langsung es krim matchaaaa
    wenakk seger, aku rasa semua rasa es krim enyak enyak semua

    terus akhirnya "ia" ini gimana? galau terus atau gimana nih ehmmm

    ReplyDelete