5 Tanda Pasangan Lakukan Guilt Trip, Awas Manipulatif!

by - February 23, 2022


Pernah nggak sih, selama kamu pacaran kamu selalu merasa bersalah sama pasanganmu? Kalau lagi berantem, pasanganmu pasti langsung mengungkit-ungkit kesalahanmu di masa lalu. Bukan hanya itu, tapi pasanganmu juga seringkali membesar-besarkan pengorbananya dalam hubungan kalian. 

Baca juga: Happiness Sederhanaku Hari Ini

Wah, kalau sudah begitu kamu harus hati-hati terjebak dalam hubungan guilt trip. Merupakan salah satu jenis toxic relationship, tapi kamu tetap bisa menghindarinya kok. Yuk, simak ciri-ciri perilaku guilt trip ini biar kamu nggak terjebak dalam hubungan yang nggak sehat!


1. Selalu mengungkit kesalahan


Pasangan yang memiliki perilaku guilt trip, seringkali mengungkit kesalahan pasangannya saat sedang dalam perdebatan. Perilaku ini muncul untuk membuat korban merasa lebih buruk dan mengubah kebiasaan atau keputusan tertentu.



Coba deh kamu ingat-ingat lagi, apakah pasanganmu sering mengungkit kesalahanmu? Meski sesekali mengingatkan kesalahan itu baik untuk introspeksi diri, tapi kalau diungkit terus menerus juga rasanya nggak akan nyaman. 


2. Melakukan silent treatment


Pelaku guilt trip biasanya akan menunjukkan sikap dingin dan ekspresi marah. Tetapi, ia akan menyangkal kalau sedang marah. Perbuatan ini membuat korban merasa bingung dan berusaha memperbaiki diri meski tanpa mengetahui kesalahannya. 


Beberapa orang mungkin akan melakukan perilaku silent treatment dengan harapan pasangannya akan sadar dengan sendirinya akan kesalahan yang diperbuat. Tetapi, melakukan silent treatment berulangkali tanpa penjelasan tentu akan membuat pasangan kesal dan marah. 


3. Mengungkit kebaikan atau pengorbanan 


Adalah hal yang wajar dalan hubungan saat pasangan berkorban. Misalnya saja berkorban waktu supaya dapat saling bertemu. Tetapi, pelaku guilt trip bukan hanya sekali saja lho mengungkit kebaikannya bahkan pengorbanannya pada pasangan. 


Pelaku akan selalu mengungkit kebaikan dan pengorbanannya saat sesuatu tidak berjalan sesuai dengan harapannya. Ia akan membuat pasangannya merasa bersalah hingga merasa gagal. 


4. Cenderung tidak peduli


Ciri lain dalam perilaku guilt trip ini adalah pelaku enggan mendengarkan saat pasangan ingin menyelesaikan masalah. Pelaku akan berusaha menghindari konflik untuk mencapai tujuan. 


Perilaku ini tentu akan membuat pasangan bingung dan merasa bersalah. Sikap tidak peduli ini membuat pelaku mampu mencapai tujuan tanpa harus berdebat. Biasanya pelaku akan menunjukkan gestur mendengus, membuang muka, dan menyilangkan tangan.


5. Membuat pasangan berutang budi 


Salah satu perasaan yang drasakan korban saat terjebak dalam perilaku guit trip adalah korban akan berubah sesuai harapan pelaku. Perubahan terjadi disebabkan adanya rasa berutang budi pada pasangan. 


Seperti dalam series ‘Layangan Putus’, Lydia berulang kali mengatakan pada Aris bahwa ialah orang pertama yang datang saat Aris mengalami kecelakaan dan harus segera menjalani operasi. Saat itulah korban pada akhirnya merasa berutang budi. 


Sesekali berkorban dan melakukan kesalahan adalah hal yang wajar dalam hubungan. Toh, namanya juga masih belajar untuk saling mengenal satu sama lain. Tetapi, akan jadi hal yang nggak wajar kalau perilaku di atas berulang kali dilakukan pasangan. Coba deh simak video berikut dari SatuPersen~





You May Also Like

0 comments