Kenali 4 Jenis Reksa Dana Ini Sebelum Mulai Investasi

by - April 02, 2022

Reksa dana merupakan salah satu bentuk investasi yang digandrungi banyak orang beberapa tahun ke belakang. Khususnya bagi pemodal kecil dan belum memiliki pengalaman investasi alias investor pemula. 


Menurut definisinya reksa dana adalah produk investasi yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal, untuk selanjutnya diinvestasikan dalam bentuk surat berharga, seperti obligasi, saham, dan instrumen pasar uang oleh manajer investasi.


Reksa dana dibagi menjadi dua kategori, yaitu reksa dana tertutup dan teksa dana terbuka. Reka dana tertutup adalah reksa dana yang mana pemegang unit penyertaan tidak dapat menjual kembali unit penyertaannya kepada manajer investasi. Jika ingin melakukan penjualan kembali maka akan dilakukan melalui mekanisme perdagangan di bursa efek. 


Sedangkan reksa dana terbuka adalah reksa dana yang pemegang unit penyertaannya dapat menjual kembali unit penyertaan kepada manajer investasi. Kategori inilah yang paling banyak berkembang di Indonesia.


Tetapi, teman tahu nggak sih kalau ternyata reksa dana juga memiliki berbagai jenisnya dilihat dari protfolio investasinya. Nah, berikut ini 4 jenis reksadana yang paling umum. 


Reksa Dana Pasar Uang 


Menjadi jenis reksa dana yang paling minim risiko, reksa dana pasar uang hanya melakukan investasi pada efek bersifat utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Jenis insrumen investasinya berupa deposito berjangka, sertifikat deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), serta instrumen investasi pasar uang lainnya.


Reksa Dana Pendapatan Tetap


Dibandingkan dengan reksa dana pasar uang, reksa dana jenis ini memiliki tingkat risiko lebih tinggi. Reksa dana pendapatan tetap adalah sebuah investasi reksadana yang menginvestasikan aktivanya dalam bentuk efek utang atau obligasi dengan persentase minimal 80 persen. Jenis ini merupakan yang paling populer di kalangan investor dengan tujuan utama menghasilkan return yang stabil. 


Reksa Dana Campuran


Reksa dana campuran adalah sebuah investasi reksadana yang mengalokasikan dana ke dalam bentuk kombinasi instrumen investasi saham dan obligasi pada portofolio investasinya. Reksa dana jenis ini memiliki tingkat pengembalian modalnya dengan persentase tinggi namun memiliki risiko yang juga tinggi.


Reksa Dana Saham 


Reksa dana saham adalah sebuah aktivitas dalam menginvestasikan dana minimal 80 persen ke dalam bentuk saham. Dibandingkan dengan jenis reksa dana yang lain, jenis reksa dana saham ini memiliki profil risiko yang paling tinggi.


Itulah 4 jenis reksa dana yang sering teman dengar belakangan. Terutama sejak pandemi banyak orang mulai sadar betapa pentingnya investasi. Nah, kalau teman tertarik untuk investasi reksa dana jenis yang mana nih? 


You May Also Like

0 comments