Review Buku: Seikatsu Kaizen, Sejarah Jepang Dibalik Raksasa Ekonomi

by - January 28, 2021

 


Judul                : Seikatsu Kaizen

Author : Suzy Ong

Publisher     : Elex Media 

Published : 2017

Pages : 234

Genre : Social Science


Preloved store   : Tokopedia


Jepang mulai berinteraksi dengan Tiongkok pada abad ke-3. Berdasarkan letak geografisnya, Jepang memang berdekatan dengan Tiongkok dan Korea. Sampai abad ke-10, Jepang mulai ‘men-jepang-kan’ budaya Tiongkok. 


Di abad ke-16, bangsa Portugis datang ke Jepang untuk berdagang dan menyebarkan agama Kristen (Katolik). Tapi, karena adanya konflik dengan pemerintahan, awal abad ke-17 Jepang mengusir bangsa Portugis dan nggak memperbolehkan warga Jepang untuk ke luar negeri serta melarang orang Barat (kecuali Belanda) untuk datang ke Jepang. Semua informasi dunia Jepang mendapatkannya dari Belanda. 


Pertengahan abad ke-19, Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya meminta Jepang untuk mencabut larangan berdagang dengan luar negeri. Kondisi ekonomi Jepang yang pada saat itu masih mengandalkan industri rumah tangga hampir bangkrut karena banyaknya impor produk industri dari negara lain masuk. 


Menyadari hal itu, Jepang pun mulai belajar untuk membenahi bangsanya. Mulai dari produksi barang, sistem pemerintahan, hingga budaya yang dianggap nggak beradab. Titik balik Jepang dimulai di saat Jepang mengalami kekalahan pada perang dan memiliki banyak hutang negara pada tahun 1900-an.


Tahun 1919, pemerintah Jepang memulai kampanye nasional untuk mmbina ketahanan nasional (Movement for the Cultivation of Nation Strenght). Kampanye ini memaksa rakyat Jepang untuk hidup hemat, bekerja keras, dan meninggalkan budaya mabuk-mabukan. 


Semenjak itulah pemerintah bekerja keras untuk membuat Jepang menjadi negara yang beradab seperti negara barat lainnya. Tujuan Jepang pun tercapai. Pada tahun 1970 Jepang berhasil menjadi rakasa ekonomi dunia hingga saat ini. 


Review



Ini adalah buku sejarah Jepang pertama yang saya baca selain buku pelajaran SD. saya baru tahu kalau sebelumnya sehebat sekarang, ternyata kebiasaan masyarakat Jepang cukup bikin melonggo. Nggak kebayang aja sih Jepang yang disiplin banget dulunya ternyata malas dan hobi sekali mabuk-mabukan 😬


Semua budaya buruk itu bisa berubah berkat pemerintah Jepang yang menurut saya bener-bener serius menanganinya (seenggaknya begitulah yang tertulis di buku ini). Mereka kelihatan malu banget dengan budaya mereka sewaktu bangsa barat datang dan secara nggak langsung menunjukkan ketidaksukaaannya dengan budaya asli Jepang saat itu 😢


Selain banga barat yang jadi role model Jepang saat itu, nggak dipungkiri karena kekalahannya di medan perang dan hutang negara yang banyak. Sewaktu Jepang mengirim pasukan ke SIberia, otomatis pekerja di pabrik pun berkurang. Begitu pula dengan bahan pangan. Yang mau nggak mau berimbas ke harga makanan yang melambung tinggi. Dan dibagian ini pun cukup seram karena ada adegan menjarah toko. Saya jadi inget film 'Dibalik 1998' yang pernah terjadi di Indonesia 😱 



Pemerintah pun memerintahkan rakyatnya untuk bekerja lebih giat supaya bisa beli kebutuhan pokok. Hmm, tapi di sini saya cukup bingung. Bukannya segiat apapun kita kerja kalau memang pendapatannya segitu ya tetap, ya nggak sih? Hhe saya juga nggak tahu gimana sistem bekerja di sana saat itu 😬  


Secara general, buku ini sangat menarik untuk dibaca. Dari segi budaya terutama meski nggak begitu mendalam tapi seenggaknya saya jadi tahu untuk menjadi Jepang yang sekarang, mereka telah berusaha keras meninggalkan budaya asli dan menciptakan budaya Jepang yang baru. Saya jadi sedikit penasaran, bangsa barat yang jadi role model Jepang, kira-kira dulunya siapa ya panutan mereka? πŸ€”


Buku ini sepertinya hasil penelitian penulis sewaktu sekolah di Jepang. Karena bahasanya yang terkesan kaku dan sangat formal. Tapi, isinya cukup seruuu hihi πŸ˜† 


Kalau teman-teman gimana? Pernah baca buku sejarah Jepang juga nggak? Atau sejarah negara lain yang bikin teman-teman melonggo bacanya? Negara mana ya yang seru untuk dibaca sejarahnya? 😜


P.S: buku-buku yang sudah saya baca akan saya jual di sini, barangkali teman-teman ada yang tertarik hihi thank you

You May Also Like

6 comments

  1. Kalau ada buku yang mengulas tentang sejarah suatu negara seperti ini, aku pikir itu juga hanya ada di buku pelajaran. Memang anaknya kurang jauh ya mainnya🀣 Pernah dengar sih beberapa buku sejarah di luar pelajaran yang dijual, dan pernah baca juga beberapa, tapi menurutku itu lebih kepada perspektif dari orang-orang terkait suatu fenomena atau peristiwa yang terjadi, sisanya tentang politik dan konspirasi. Kalau ini, pembahasannya juga diberi poin gitu ya mbak? Seperti di gambar.

    So far aku juga menikmati review-nya mbak Dea😁 Berarti ini penulisnya orang Indonesia ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hi, awl!

      haha sama kok aku juga baru baca yang ini yang sampai habis hihi
      kalo di buku ini sih lebih penjelasan reformasi budaya. peralihan dari yang dulu malas banget sampe sekarang jd disiplin bangeet. kalo politik cuma sekadar pengantar aja sih

      iyaa orang indonesia, kelahiran bandung.
      thank you udah bacaaa~

      Delete
  2. Woaaa ternyata budaya Jepang jaman dulu tuh buruk banget ya sampe pemerintahnya menggembleng habis rakyatnya supaya berubah. Terus karena digembleng untuk giat bekerja supaya bisa makan, makanya skrg tuh rata2 orang Jepang kayanya workaholic banget y. Bahkan ada yg bilang, kalo ga kerja, mati aja udah 😨
    Menurutku sih disuruh giat kerja supaya dpt makan mungkin karena makanan didapat dari hasil kerja yg bisa dihasilkan. Semacam insentif kalo bisa kasih lebih. Umpama buruh pabrik, kalau normalnya dalam sejam bisa produksi 10 buah barang, kalo giat dan bisa hasilin 20 barang dalam sejam, akan dikasih upah (mungkin dalam hal ini bahan makanan pokok) lebih juga...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa kayaknya sih gitu. karena itu juga mereka jadi lebih menghargai waktu. padahal dulu pemalas sekaliii. aku bayanginnya Jepang jaman dulu bener-bener nggak nyangka sih hehe.

      aaahh, iyaya bisa jadi sistem insentif gtu kali ya. jadi banyak yg didapat sesuai sama tenaga yang dikeluarkan. thank youuuu

      Delete