Travel

FOLLOW US @ INSTAGRAM

Blogger Perempuan
Intellifluence Trusted Blogger

Banner Bloggercrony

Capek Ya Main Media Sosial

4 comments

Beberapa hari ini, rasanya saya lagi eneg banget main media sosial. Rasa-rasanya semua platform terasa berisik sekali. Buka Twitter, Instagram, terasa nggak asyik belakangan. Mungkin karena saya juga lagi capek kali ya.   

Buka Twitter

Ada netijen yang komen tentang anak tokoh masyarakat yang baru menikah. Dia menulis kalau apa yang di tweet sama si anak tokoh masyarakat ini nggak pantas karena termasuk mengumbar aib istrinya. 

Terus, saya baca-baca komennya, ada yang setuju ada juga yang nggak terima. Kata mereka yang membela, si anak tokoh masyarakat ini sekadar bercanda aja. 

Dan dialog saling menyuruh untuk unfollow pun tak bisa dihindari. 

Buka Instagram

Baru aja saya buka Instagram, eh nongol berita ada anak laki-laki SMA yang mengamuk ke gurunya di depan kelas. Masih belum diketahui apa penyebabnya. Begitu saya baca komennya, banyak yang menyalahkan anak itu. 

Nggak lupa juga embel-embel membandingkan dengan kondisi jaman mereka sekolah sebelum tahun 2000an. 

Pertanyaannya,

Kok bisa ya mereka semudah itu menyimpulkan yang salah murid SMA itu padahal belum tahu apa permasalahannya? 
Jujur, saya pribadi nggak bisa menilai. Karena kita nggak tahu permasalahannya. Bisa jadi gurunya yang salah. Karena nggak bisa dipungkiri, kadang ada juga guru-guru yang menyebalkan sampai kurang ajar sama muridnya. 

Mereka ini yang mencoreng profesi guru di mata banyak orang. Saya pribadi jadi nggak bisa mudah percaya hanya karena jabatan seseorang karena nyatanya banyak orang yang bersembunyi dibalik jabatan mereka. Seperti banyak kasus yang sudah-sudah.

Gimana pun juga guru juga manusia yang bisa salah. Kita nggak bisa menutup mata hanya karena jabatannya sebagai guru. Yang paling parah, ada netijen yang nulis komen untuk memblacklist anak tersebut di semua kampus. 
Like, what? Kamu kan nggak tahu apa permasalahannya? 
Kayaknya makin ke sini manusia makin jahat ya. Gara-gara semakin mudah berbicara jadi makin banyak haus atensi dan merasa paling benar. Mereka dengan mudah mengadili orang lain. 

Dan saya rasa komen di Twitter perihal anak tokoh masyarakat ini juga bikin saya sadar. Meski Twitter banyak dilihat sebagai tempat 'nyampah' orang-orang, justru banyak menimbulkan pertikaian. Dan nggak semua hal harus di tweet. 

Saya nggak nyalahin si anak tokoh masyarakat atau si mbak-mbak yang nggak suka sih. Itu hak mereka mau nulis apa. Tapi, yang jelas dari hal ini saya jadi lebih menjaga jari untuk nggak gampang ngetweet. Bahkan, beberapa hari belakangan saya mau ngetweet aja mikirnya berkali-kali yang berujung, udahlah nggak perlu.

Nggak heran buzzer demen banget main Twitter. Karena paling gampang buat ngomporin orang di sana. Sekali ngetweet yang provokasi, banyak orang langsung bersautan mengungkapkan pendapatnya. 

Kita emang nggak bisa ngatur orang lain. Kita cuma bisa mengendalikan diri sendiri cara meresponnya. Makanya belakangan saya jadi sering mute dan unfollow beberapa akun yang bikin saya makin pusing. 

Saya main media sosial cuma mau seneng-seneng aja. Dan nyari resep hehe. Hhhh, sejujurnya, kalo kerjaan saya nggak berhubungan sama media sosial, kayaknya saya udah hapus semuanya sih hehe. 

Sekian curhatan saya kali ini. Semoga teman-teman sehat dan bahagia selalu~
deamerina
Hai! Selamat datang di blog saya. Silahkan menyelami kegiatan yang saya lakuakn. Saya menulis berbagai macam hal seperti review film, buku, skincare, cerita jalan-jalan, dan penalaman pribadi.

Related Posts

4 comments

Rivai Hidayat said…
Namanya juga media sosial. Pasti berhubungan dengan sosial dengan segala keberisikannya.

Aku pernah di posisi mbak dea, mencoba menuliskan sesuatu, kemudian stlah dipikir-pikir ga jadi di publish. Merasa kalau tulisan tersebut ga ada manfaatnya.

Akhirnya balik lagi ke diri kita masing-masing, mau seperti apa kita menempatkan media sosial dalam kehidupan kita :D
Saya juga sering begini bahkan aplikasi instagram entah sudah ke berapa kali saya unsintall, kalau merasa lagi butuh baru install kembali, main twitter cuma kalau oegang NB karena ngak install di HPšŸ˜…
Kakak, ini juga yang aku rasakan belakangan ini apalagi di Twitter, hampir kayak tiada hari tanpa tubir wkwk Kadang sampai capek sendiri lihatnya soalnya sekali diklik langsung menjurus kemana-mana šŸ˜‚. Mungkin ambil rehat sejenak dari medsos untuk menenangkan hati dan pikiran Kakak biar lebih fresh dan plong :D
kaladianraharja said…
belakangan ini bermain media sosial jadi kurang bermakna....