Serba-Serbi Memory 2017

by - December 28, 2017

Beberapa hari lagi kalender 2017 bakalan habis. Seminggu? Nggak nyampe. Tinggal 3 hari lagi. Tentunya di tahun 2017 ini banyak banget memory, banyak pula perubahan. Kali ini, aku mau sedikit berbagi cerita sepanjang tahun 2017ku. Yaaa, siapa tau yakan sedikit bisa memotivasi untuk 2018 yang lebih baik eheh.

Satu kata yang dapat mengambarkan tahun 2017 untukku adalah ‘Perubahan’. Karena sepanjang tahun ini, aku sedikit banyak berusaha untuk keluar dari zona nyaman. Mengikuti beberapa komunitas. Seperti Love Suroboyo misalnya. Meski bukan komunitas pertama yang aku ikuti, tapi ini komunitas pertama yang bisa dibilang lumayan aktif. Mengikuti kegiatan meliput event yang ada di Surabaya, bertemu orang baru, pengalaman baru dengan bidang yang aku suka, dll. Sebenarnya sangat amat mengasyikan berkumpul bersama. Mau tau dulunya gimana? Semuanya berasal dari sebuah keputusan simple untuk datang meetup.



Handphone yang aku pegang sedari tadi nggak berhenti-berhenti bersuara. Centung. Centung. Centung. Banyak banget chat dari group whatsapp. Hari ini ada meetup pertama group liputan. Sebenernya bisa dibilang, aku bukan tipikal orang yang pede. Cenderung pemalu. Aku masih belum bisa memastikan untuk bisa datang diacara kumpul-kumpul divisi tersebut. Aku bahkan tidak mengenal siapapun. Bagaimana jika aku rewind lebih jauh lagi mengenai asal muasal aku bergabung dengan komunitas instagram ini? Baiklah. Fast Rewind.

Siang itu aku sedang berkutat dengan kerjaan dikantor. Handphone yang aku letakkan di samping mouse tiba-tiba berbunyi. Aku pun mengambilnya dan membuka chat tersebut. Seorang teman mengirimi foto poster open member di group whatsapp. Open Recruitment Komunitas Instagram Love Suroboyo. Di poster tersebut dijelaskan secara singkat mengenai apa itu Love Suroboyo dan beberapa divisinya. Mataku seketika terpaku pada satu kata, Liputan. Baiklah boleh dicoba, batinku. Aku segera melakukan pendaftaran pada web yang dituju. Aku sangat menggemari bidang fotografi. Walaupun amatiran tapi aku sangat suka. Disela-sela kesibukan (kebosanan sih lebih tepatnya) dengan rutinitas monoton kuliah – skripsi – kerja, aku butuh sesuatu yang membuatku bersemangat menjalani hari (hahah lebay). Disamping itu, aku juga ingin mempunyai teman-teman yang sehobby. Sejujurnya, aku hanya memiliki 2/3 teman yang memiliki hobby sama, fotografi. Dan aku rasa aku butuh lebih dari itu, orang-orang baru, pengalaman baru. And here I am. Setelah pendaftaran, diadakan seleksi untuk masuk, foala resmilah aku menjadi anggota Komunitas Love Suroboyo. Back to meetup.

Aku tak kunjung bisa memastikan untuk ikut meetup. Padahal jamnya udah mepet banget. Aku galau. Tiba-tiba perutku terasa mulas. Well, perutku memang kompak dengan perasaanku. Jika perasaanku tak enak, atau aku merasa deg-degan maka perutku akan bereaksi (segitunya? Kalo kamu orang introvert juga aku yakin kamu juga bakal paham hehe). Akhirnya aku pun memutuskan untuk tidak datang. Tik tok tik tok (backsound jam haha). Aku segera menyambar kunci dan pergi. Finally, aku memutuskan untuk datang. Toh percuma aku daftar kalo nggak nonggol, buat apa yakan? Dari kejauhan aku melihat banyak orang berkumpul. Bismillah, aku pun melangkah dan bergabung dengan mereka. Nah dari sinilah aku mulai mengenal beberapa orang. Mulai mengikuti event liputan ini itu. Belajar lebih memahami dasar dan jenis fotografi. Belajar berkomunikasi dengan orang yang jauh lebih tua. Belajar berorganisasi. Dan belajar banyak hal.

Dari sini aku memiliki teman dengan backgroud yang berbeda beda. Mulai dari mahasiswa dengan hobby serupa, fotografer profesional, ibu-ibu rumah tangga yang aktif kesana kemari, guru sejarah, staff TU, pengusaha, crew tv, dll. Dan dari sini pula aku belajar untuk memahami pola hidup mereka, cara berpikir mereka. Ah, pokoknya banyak deh yang bisa aku ambil dari mengikuti komunitas ini. Dan hal ini bener-bener membuka mataku lebar-lebar. Ternyata hidup yang aku jalani selama ini hanya lingkup yang sangat amat kecil. Tidak sebanding dengan cerita mereka. Aku pun malu dengan diriku sendiri. Aku telah banyak menyia-nyiakan waktuku hanya untuk bersantai ria. Berhura-hura dengan teman-teman. Tanpa tujuan yang jelas.

Tentunya nggak jarang juga ada gesekan. Gesekan kecil di sebuah komunitas ibarat bumbu penyedap instant yang kalo sedikit sesekali gpp tapi kalo keseringan juga nggak bagus dan bisa berakibat fatal. Dengan adanya gesekan kita bisa tau gimana seseorang itu sebenernya. Sstt, ini caraku aja sih hehe. Dengan sedikit gesekan kamu akan berpikir ‘Oh ternyataa...’. Toh, dalam lingkup sosialmu kamu nggak akan selalu baik-baik saja (yang buruk jangan ditiru ya cukup mabil hikmahnya aja). Setelah gesekan reda pun semua kembali seperti semula. Dan tak jarang dengan begitu kita bisa lebih dekat.
Dalam sebuah grafik kehidupan kamu akan merasa saatnya menukik tajam naik ke puncak dan ada pula saatnya turun lalu semua berlalu hambar dan kembali naik lagi. Bukannya begitu kehidupan? Naik turun, dinamis. Menyenangkan bukan? Tentu. Jika hidpumu layaknya grafik statis betapa membosankannya.

Well, ternyata aku keasikan dengan kegiatan ini itu dan aku melupakan kewajibanku. Dan saat itulah aku merasa perlu jeda sejenak.  Skripsi yang sempat terbengkalai. Akhirnya aku pun memutuskan untuk rehat dari komunitas sejenak dan fokus untuk mengerjakan kewajiban. Yeah, aku harus segera menyelesaikan tanggung jawabku sebagai mahasiswa. Beberapa minggu rehat dan saat ketok palu dinyatakan lulus, aku pun kembali ke komunitas ini.

Sah-sah saja kalo mau aktif dengan kegiatan komunitas. Tapi, kudu pinter-pinter bagi waktu. Jangan lupain tanggung jawab yang lain. Berorganisasi juga penting buat mengukur kemampuanmu. Dengan bergabung dengan suatu organisasi/komunitas kamu bakalan tau apakah kemampuanmu yang kamu anggap cukup itu memang sudah cukup atau bahkan sangat kurang. Ingat, ada langit diatas langit. Dilain sisi, dengan berorganisasi aku bener-bener belajar bergaul dengan lingkungan yang lebih luas. Karn aku baru sadar, lingkungan yang selama ini aku jalani sangat sempit.

Buat kalian yang baca tulisan ini, kalo kalian masih jadi mahasiswa, betapa beruntungnya kalian. Kalian masih punya waktu lebih untuk merancang segalanya. Kalian masih bisa untuk belajar mencoba banyak hal. Kalo bisa ikuti setiap organisasi/komunitas yang bakalan meningkatkan skill kalian. Buat bekal kalo nanti kalian sudah lulus. Hehe.

Baiklaaahhh sekian dulu ceritanyaaa.
Graciaas!



You May Also Like

0 comments