Review Film : Searching (2018)

by - September 24, 2018




Tanggal Rilis      : 21 Januari 2018
Sutradara            : Aneesh Changanty
Genre                  : Misteri, drama
Durasi                 : 102 Menit
Pemain           : John Cho (David Kim), Debra Messing (Detektif Rosemary Vick), Michella La (Margot Kim)

Pertama kali liat trailer film ini emang udah tertarik. Karena kebetulan topiknya menarik. Makanya ngebet deh nonton film ini hehe. Alhmadulillah baru terkabul nonton minggu lalu hehe. Daaannn, kebetulan juga lagi ada promo Tix.id buy 1 get 1 jadi lumayaaan hihi. Manfaatin dah yang hobby nonton. Baiklah mari kita kupas.

Searching. Film ini menceritakan mengenai keluarga kecil yang harmonis. Ada ayah (David), ibu (Pam) dan seorang putri (Margot). Bagiku, keluarga ini sangat amat memanfaatkan teknologi. Mulai dari video, calender, email, contact, dll. Jadi malu, karena aku pake hp Cuma buat sekedar wa-an aja HAHA. Setiap moment keluarga nggak luput dari rekaman kamera hp dan berujung ke sosial media entah itu youtube atau facebook. Disini menurtku, sosial media bisa jadi alat penyimpanan moment berharga kita hehe. Kan enak tuh nggak usah ribet save di laptop yang bikin memory penuh.

Dari kecil, Margot udah belajar piano dari Pam dan ikut kursus juga hingga sudah beberapa kali muncul didepan umum. Prestasi yang sangat membanggakan. Tiba-tiba saja Pam terkena kanker dan harus dirawat dirumah sakit. Kunjungan ke rumah sakit pun semakin intens. Hingga akhirnya Pam dinyatakan meninggal dunia tepat 6 bulan sebelum Margot memasuki kehidupan SMA.

Bukan hanya Margot yang sedih kehilangan Pam, David pun demikian. Kesedihan David membuatnya tak pernah membicarakan Pam dengan Margot. David berpikir bahwa keluarganya masihlah baik-baik saja. Margot pergi ke sekolah seperti biasanya dan masih mengikuti latihan piano. Hingga pada suatu malam, Margot meminta ijin kepada sang ayah untuk pergi belajar kelompok hingga larut malam.

Tengah malam saat David terlelap, Margot menghubungi ayahnya berkali-kali. Tak ada jawaban. Hingga keesokan harinya David menelpon Margot kembali. Tak ada jawaban apapun. Setelah seharian, David mulai cemas. Tiga puluh enam jam tak ada kabar dari Margot, David menghubungi polisi. Margot dinyatakan hilang.

Dibagian inilah ketegangan mulai terjadi. Setelah laporan kehilangan, David bertemu dengan detektif Rosemary menelisik kasus hilangnya Margot. David mulai mencari-cari informasi mengenai anaknya. Kapan ia terakhir berkomunikasi, dengan siapa ia bertemu, siapa saja teman dekatnya, apa saja akun media sosialnya, dll. Hingga satu pere satu akun menjelaskan pribadi Margot yang tidak dikenali David.

**

Film yang disutradarai oleh Aneehsh Changanty yang bergenre misteri ini kalo menurutku terbilang unik. Kenapa? Karena dari cara pengambilan gambarnya deket banget sama kehidupan kita sehari-hari. Terutma anak jaman milenial. Bukan pake sudut pandang mata, tapi semua serba rekaman hp dan laptop. Face time, iMessage, email, facebook, youtube, google, dll. Awalnya aku pikir Cuma buat openingnya aja pake pengambilan gambar kayak gini, ternyata sampe habis pun tetep konsisten. Aku nggak kebayang gimana proses rekaman dan ngeditnya hehe. Tergambar jelas kita nggak bisa jauh-jauh dari teknologi.



Nyatanya setelah Pam meninggal, hubungan ayah dan anak tak lagi harmonis. Canggung. Margot bahkan tidak memiliki teman dekat satu pun disekolahnya. Margot dikenal sebagai penyendiri. Makan siang pun sendiri setiap hari. maka dari itu, sosial media lah yang menjadi pelarian Margot selama ini. David shock saat mengetahui hal itu dari beberapa teman yang ia tanyai. Ia merasa tidak mengenal Margot lagi. Kalo di poin ini rasanya emang sedih. Bahkan orang tua kita pun nggak mengenal kita dengan baik. Curhat bukan lagi ke manusia, tapi ke media sosial. Margot hanya mengenal orang asing didunia maya. Hal-hal semcam ini emang riskan banget. Karena berkenalan dengan orang baru di dunia maya itu nggak jelas. Bisa disalah gunakan. Penculikan dan penipuan.
Di salah satu scene film ini juga menggambarkan gimana kuatnya peran sosial media. Ada salah seorang teman Margot yang pada awalnya hanya geleng-geleng saja saat ditanyai mengenai Margot, begitu berita hilangnya margot naik menjadi berita nasional dan viral, ia mengupload videonya di youtube mengakui bahwa ia adlaah teman dekat Margot. Yaaa, hal semacem ini mah udah biasa. Pada numpang eksis gitu hehe. Disisi lain media sosial juga membantu David menemukan Margot melalui akun-akun itu.

Overall, film ini bagus bangeeettt. Cocok buat pembelajaran kita-kita kalo selagi kita masih punya keluarga, dekatkan diri dengan mereka. Karena kalo ada apa-apa yang kita larinya ke keluarga. Soal teknologi emang banyak membantu, tapi berhati-hatilah dalam menggunakannya. Apalagi kalo ketemu orang baru di media sosial. Jangan terlalu terbuka, karna kita nggak tau apa maksud dan tujuannya sebenernya. Seenggaknya kamu punya seorang temen deket di dunia nyata.

You May Also Like

1 comments

  1. idem dech di final chapter tulisan ini, maaf wlpn kutak liat filmnya hehe... punya temen deket dunia maya memang bisa membuat kita terlena terbawa suasana, krna terkadang yang nyata justru menjadi terlalu asing dan mustahil untuk diterima. paralel space itu yang kadang kita gak nyadar tapi selalu ada dikeseharian kita, pernahkah kau mengalaminya juga ? :)

    ReplyDelete