Jatuh Cinta Yang Salah

by - March 15, 2018


Jatuh cinta itu nggak ada yang salah. Bukannya cinta itu anugerah dari Yang Maha Kuasa? Lantas mungkin kah karunianya itu salah? Nggak dong. Bukan cintanya yang salah, tapi bisa jadi manusianya. Pikirannya, tangan, kaki, dan indra yang lain yang salah. Karena cinta itu diem aja. Tergantung mau kita apain. Mau kita ungkapin, atau diem aja itu pilihan kita. Tapi inget resikonya masing-masing ditanggung penumpang ya hehe.

Kalo kamu ungkapin, kamu harus siap dengan beberapa perubahan. Misalnya nih, kamu unkgkapin ke doi, bisa jadi dia seneng bisa jadi dia nggak suka dan ngejauh. Kalo yang ini, didalam islam nggak dianjurkan yaaa hehe. Yang bener, ungkapin ke orang tuanya. Tapi, kamu kudu siap. Kalo sama-saama iya dilanjut ke pernikahan, kalo nggak ya sudah jangan galau berarti bukan jodohnya. Atau kamu lebih milih diem karena beberapa alasan, nggak siap misalnya. Nggak masalah, bukan berarti cemen kok. Justru baik, karena kamu jadi berkaca mungkin ada yang perlu diperbaiki dulu. Sambil berbenah sambil berdoa. Kalo udah siap baru maju, ke orang tuanya tapi yaaa.

Akar feminisme

Jatuh cinta itu wajar. Sangat amat manusiawi mempunyai perasaan pada lawan jenis. Yang salah adalah ketika kita memiliki perasaan dengan sesama jenis. Kenapa salah? Bukannya cinta itu anugerah? Iya, memang. Tapi, pada dasarnya Allah kasih kita anugerah berupa cinta itu untuk berpasang-pasangan (lawan jenis) dan memiliki keturunan. Lha kalo sejenis kan gimana mau punya keturunan? Terus kalo nggak punya keturunan siapa yang bakalan jadi generasi penerus mereka? Lambat laun kalo ini dilegalkan oleh beberapa negara, populasi manusia bakalan berkurang. Ekstrimnya bisa punah malahan. Nah lho gimana?

Terus gimana dong mereka-mereka yang salaah jalan?

Ayo deh kita bantu mereka balik ke jalan yang semestinya. Hal-hal seperti itu aku yakin banget bisa sembuh. Iya, menurut aku hal itu memang penyakit, jadi pasti bisa sembuh. Dan kalo kalian yang punya teemn kayak gitu, jangan dijauhi. Justru dibantu pelan-pelan. Coba mulai dekati perlahan sambil ditanya kenapa bisa begitu. Karena (menurut beberapa artikel yang aku baca) mereka bisa jadi seperti itu kebanyakan disebabkan oleh trauma masa lalu. Dulunya mereka normal. Menjalin hubungan dengan lawan jenis. Suatu ketika, bisa jadi mereka disakiti, dikhianati, dll lantas mereka merasa trauma menjalin hubungan lagi dengan lawan jenis. Dan pada saat mereka down, misalnya perempuan nih, si perempuan ini cerita sama temen perempuannya. Waktu cerita, dia merasa lega dan berpikir cuma perempuan yang bisa mengerti dan nggak bakal nyakitin dia. Akhirnya timbullah penyakit itu. Dan perempuan yang baik-baik saja ini, juga bisa jadi tertular oleh temannya yang tadi.

Kalo kamunya nggak bisa bantu, minta tolong orang lain yang sekiranya lebih bisa dari kamu, tokoh masyarakat misalnya. Atau lebih tepatnya bawa ke psikiater. Tapi, buat kalian juga hati-hati ya jangan sampe terjerumus hehe. Inget, balik lagi. Iman kalian masing-masing harus kuat. Apapun agama kalian. Yang aku yakini adalah, apapun agama kalian kalo kalian mengimani agama tersebut dan menyakini kepada Sang Pencipta, aku yakin kalian nggak bakalan terjerumus dan nggak bakalan mendukung aksi dilegalkannya pernikahan sesama jenis ini.

Sebenernya aku jug baru bener-bener mikir dan browsing hal ini beberapa hari lalu. Sedikit cerita aja sih, ambil positifnya aja jangan berpikir negatif ya hehe. Jadi waktu itu lagi ada diskusi mengenai feminisme yang terjadi di Indonesia awal Maret kemarin. Paham feminisme ini dijelaskan seperti pada umumnya yang kita ketahui, kesetaraan gender. Intinya, wanita harus merdeka, setara dengan laki-laki perihal karir, pendidikan, dll. Tapi, ternyata selain paham tersebut juga ada paham lain. Feminisme yang digemborkan oleh masyarakat dunia luas itu menjurus kepada dilegalkannya pernikahan sesama jenis. ‘Mereka’ ingin kaumnya dianggap selayaknya menjalin hubungan lawan jenis di hadapan publik. Kaget? Hehe, iya sama aku juga. Satu hal yang bikin aku bertanya-tanya adalah, apakah mereka yang ikutan demo kemarin ini paham akan hal tersebut? Jangan-jangan mereka nggak tau dan asal ikut aja karena mereka kurang paham. Duh, kan ya susah kalo kayak gitu.   
Bendera Pelangi (taukan simbolnya apa?)
Aku harap, kalian yang baca ini bukan salah satu dari mereka ya. Semoga aja ada jalan keluar yang baik untuk masalah ini. 

Sekian. Terima Kasih. 

PS : eh kalo ada yang salah tolong dikoreksi ya. bisa email ke aku deamerina@gmail.com makasih :)

You May Also Like

0 comments