Perempuan

by - November 17, 2018



Menjadi seprang perempuan tidaklah mudah. Banyak hal yang harus dipikirkan dan diemban. Apalagi menyangkut agama. Di dalam agamaku, perempuan sangat dihargai. Dilindungi bak mahkota. Betapa tidak. Kami harus menutup seluruh bagian tubuh kami diluar rumah. Termasuk rambut yang notabenenya adalah daya tarik seorang perempuan. Hal ini dilakukan untuk menjaga diri si perempaun itu sendiri. Tidak ada keuntungan apapun di pihak lain. Hanya si perempuan itu.

Bukan hanya penampilan yang harus dijaga. Ada batasan tersendiri yang harus dilakukan. Menjaga jarak dengan lawan jenis misalnya. Aku salut kepada mereka yang mampu melakukan itu. Baik perempuan ataupun laki-laki. Pendapat beberapa orang memang berbeda-beda. Apalagi melihat situasi dan kondisi dari tempat tersebut. Misalnya di Saudi, mereka terbiasa dengan perilaku untuk tidak saling bersentuhan dengan lawan jenis. Sedangkan di Indonesia, kita terbiasa dengan adat sopan santun dan tata krama. Anggap saja mereka lebih menjunjung pancasila. Sehingga akan dianggap aneh untuk menerapkan perilaku itu di Indonesia. Kaum minoritas.

Sekali lagi, aku sangat amat salut kepada mereka yang berani memutuskan untuk berlaku seperti itu. Dimanapun. Kapanpun. Tanpa peduli apa yang dipikirkan orang lain. Mereka memegang teguh apa yang mereka yakini. Seandainya kita tahu dan paham, mungkin kita akan menghargai dengan apa yang mereka pilih. Bukannya menaikkan alis dan menancapkan label dengan hal-hal yang tak seharusnya. Setiap orang memiliki alasan yang dapat dipertanggung jawabkan oleh dirinya sendiri atas pilihan yang ia buat.

Sudah pernah lihat film Ayat-Ayat Cinta 2? Ada scene yang membuatku begidik dan menangis haru. Saat itu Aisyah pergi ke Palestina untuk menjadi relawan. Tanpa diduga ia tertangkap tentara Israel. Ia diseret tiga tentara itu ke penjara. Di penjara itu hanya ada wanita. Tak ada lelaki satu pun. Saat ia dimasukkan penjara, ia melihat tentara yang tadi membawanya membuka sel didepan selnya dan menyeret perempuan didalam sel itu. Tahu apa yang dilakukan tentara itu? Ya. Memperkosa perempuan itu. Melihat itu, Aisyah mencari cara bagaimana agar ia tidak bernasip sama dengan perempuan itu. Ia merusak wajahnya dengan menggosok-gosokkan wajahnya pada dinding sel yang berlubang. Ia juga melumuri tubuhnya dengan kotoran yang ia dapatkan dari closet. Ada satu hal lagi yang harus dijaga. Ia mencari-cari sesuatu yang dapat melindunginya. Ia menemukan pipa besi dan merusak bagian tubuhnya sendiri yang diinginkan oleh tentara itu. Seperti itu.

Aku tahu menuntut pengertian sangat susah. Bukan hanya disini. Dimanapun itu. Tetapi, bukannya lebih damai jika kita saling memahami dan menghargai pilihan orang lain? Perihal apapun itu.

You May Also Like

0 comments