Untold Story, Cerita Dibalik Setiap Kata

by - January 10, 2021


Sepagi tadi, saat urusan rumah sudah beres, saya duduk termenung di ranjang. Menimbang-nimbang apa yang bakalan saya lakukan hari ini. To do list yang sudah dibuat semalam seakan nggak membuat saya bergairah. Secara spontan saya membuka Instagram ðŸ‘€


Semenjak bulan Desember lalu, saya mengurangi banyak kegiatan di media sosial, terutama Instagram yang efeknya memang begitu hebat buat saya. Sewaktu melihat postingan seorang teman yang mengikuti event #30haribercerita, saya jadi rindu untuk ikutan. Padahal hampir di awal bulan setiap tahun saya selalu ikutan. Tapi, entah deh kenapa belakangan jadi susah sekali menulis seperti dulu 🙄 


Saya pun pada akhirnya iseng bikin status di Whatsapp. Meminta teman-teman untuk memberikan saya 1 kata yang akan saya jadikan topik. Setelah terkumpul saya bakalan posting di instagram sesuai dengan topik yang diberikan teman-teman. Ternyata banyak jugaaaa, sepertinya bakalan cukup sampai bulan depan (sedikit menyesal jadinya 🤣nggak ding canda hehe). 


Baca juga: Minimalis

Dalam rangka mengumpulkan topik tantangan menulis untuk diri sendiri ini, saya selalu bertanya alasan teman-teman yang mengusulkan topik tersebut. Nggak disangka, hari ini saya mendapat banyak cerita yang nggak pernah saya sangka sebelumnya 😶


Sabar




Alasan ini membuat saya totally speechless 😣 Saya jadi ingat saat saya dapat kabar nggak menyenangkan dari teman yang lain. Penjelasan ini membuat saya sadar dan lebih berhati-hati saat akan berucap. Meski kata-kata ini seringkali ditujukan dengan niat baik entah untuk menghibur atau menguatkan, ternyata begitulah yang dirasakan si penerima kata. Meski nggak semua juga sih. 


Saya baru tahu kalau teman saya merasakan semua itu. Padahal mungkin saya termasuk salah satu yang mengucapkan kata ‘sabar’ juga buatnya kemarin. Syukurlah sekarang saya jadi tahu perasaannya 🙂 semoga ke depannya saya bisa lebih memodifikasi kata sabar supaya lebih mudah di terima. 


Syukur




Saya shock banget waktu baca ini. Saya langsung berpikir, Yaampun aku udah ngomong apa sampai begini? 😱 Karena saya pribadi pun lupa apa yang kami obrolkan waktu itu. Terbersit perasaan bersalah dan harap-harap cemas supaya ucapan saya saat itu nggak berdampak negatif kepada kehidupan teman saya ini.  


Syukurnya, teman saya ini baik-baik saja dan benar-benar bersyukur akan keputusan yang dibuatnya saat itu 😉 Karena setelahnya covid melanda. Nggak bayangin gimana kalau teman saya ini nggak bisa pulang. Alamak, istri dan anaknya cemaneee?


Lagi-lagi, kita nggak pernah tahu apa dampak kata-kata kita ke orang lain. Meski cuma obrolan lalu sambil nyemil popcorn sewaktu nonton film. Atau basa-basi di kereta sama orang yang duduk di sebelah kita yang nggak kita kenal sebelumnya. Saya cuma berdoa, apapun yang pernah saya katakan ke orang lain nggak bikin efek negatif ke kehidupan mereka 🙂 Aamiin. 


Hari ini saya jadi bersyukur dengan keisengan yang saya lakukan. Ternyata Tuhan kasih saya kejenuhan supaya saya komunikasi dengan teman-teman. Karena memang saya malas sekali sebenarnya pegang hp. Saya nggak begitu suka chatting. Mending telpon sih buat saya lebih terasa kalau komunikasi hehe. Di masa pandemi ini saya bener-bener kudu berusaha untuk keep in touch dengan teman-teman. Mau nggak mau, suka nggak suka. Jangan sampai deh kelar pandemi saya jadi ansos 🙃 


Kalau nggak gitu, mungkin saya nggak akan tahu kabar teman saya atau perasaan mereka. Padahal tadi saya sempat menyesal karena saya jadi setengah hari menghabiskan waktu dengan ponsel. Soalnya waktu kelar ngebalesin chat teman-teman tahu-tahu udah jam 3 aja dong 😬


Sebenarnya dari setiap kata yang diberikan teman-teman saya jadi tahu apa yang sedang mereka rasakan saat ini. Apa yang mengganggu pikiran mereka tanpa sadar. Semoga aja mereka semua tetap kuat menjalani hari-hari ðŸŒ»


You May Also Like

4 comments

  1. Kata-kata memiliki banyak makna hehe

    ReplyDelete
  2. ((lah ya masa kata kapok yg keluar)) :D
    saya juga bingung ya mba kalo ada temen berkeluh kesah, cuman kata klise tsb yg bisa terucap karena saya cenderung menghindari kata-kata yg menggurui, let alone curhat balik. biasanya orang (ato saya, lebih tepatnya) niatannya 'sambat' tuh pengen didengerin, ga pengen minta saran hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe iya aku juga mbak. tp semenjak temenku sendiri yang bilang secara langusng gtu, aku jd lebih jaga kalo mau ngomong kata 'sabar' hehe. aku ganti ke kata lain.

      setujuuuu karena kadang aku pun begitu kalo cerita cuma pengen di dengeeerr. hehe tapi ya kadang namanya juga manusia. mungkin lawan bicara juga bingung mau respon gmn. 😆

      Delete