Travel

FOLLOW US @ INSTAGRAM

Blogger Perempuan
Intellifluence Trusted Blogger

Banner Bloggercrony

[Review Novel] Pudarnya Pesona Cleopatra - Habiburrahman El Shirazy

1 comment

Review Novel Pudarnya Pesona Cleopatra

Judul : Pudarnya Pesona Cleopatra

Penulis     : Habiburrahman El Shirazy

Penerbit     : Republika

Tahun terbit : 2005

Genre : Fiksi

Halaman         : 106


Haloo, para pecinta buku!


Hihi, akhirnya setelah sekian lama saya nggak posting review buku, bisa juga bikin postingan inii. Sebenarnya ada beberapa buku yang sudah saya baca. Fiksi dan non-fiksi, tapiiii setiap kali saya mau tulis review bukunya itu males banget. Dan keburu pengen baca yang lain. Begitu mau nulis, eh, udah lumayan lupa buku sebelumnya cerita tentang apaan haha. Dasar aku!


Kali ini saya mau tulis review novel dari salah satu penulis favorti saya, Habiburrahman El Shirazy atau Kang Abik. Buat yang pernah tahu novel ‘Ayat-Ayat Cinta’ nah, ini juga buku karya beliau. 


Saya lupa pertama kali baca novel Kang Abik yang ‘Ayat-Ayat Cinta’ dulu atau ‘Ketika Cinta Bertasbih’ dulu. Pokoknya semenjak baca novel karya Kang Abik saya langsung jatuh hati. Setiap cerita yang dibuat seolah bikin saya pengen jadi orang baik terus hehe. Temen-temen yang pernah baca novelnya pasti ngerti. Euforianya bikin pembaca pengen tobat. Pengen jadi orang baik. Meski kadang nggak lama juga haha. Canda. 


2 Mini Novel

Review Novel Pudarnya Pesona Cleopatra 3

Kemarin waktu Republika ngadain bazar buku di Jakarta saya auto mupeng dan langsung cari buku-buku Kang Abik dan Bang Tere yang menarik. Dan pilihan saya jatuh pada novel ‘Pudarnya Pesona Cleopatra’ dan ‘Dalam Mihrab Cinta’


Novel Pudarnya Pesona Cleopatra ini berisi 2 mini novel yang cukup pendek tapi tetap menarik. Nggak lupa juga setiap ceritanya ada pesan moral khas Kang Abik. 


Pudarnya Pesona Cleopatra


Mini novel ini menceritakan kisah seorang pemuda lulusan Mesir yang pulang ke Indonesia. Pemuda ini sudah menyelesaikan studinya dan jadi dosen di salah satu kampus. Karena sudah lulus dan sudah waktunya menikah, ibu pemuda tersebut menjodohkannya dengan anak sahabatnya, Raihana. 


Raihana ini perempuan yang cantik, pinter, shalehah, dan setia banget. Karena nggak mau mengecewakan ibunya, pemuda tersebut akhirnya setuju untuk menikahi Raihana. Setelah menikah, pemuda itu berusaha untuk menjadi suami yang baik. Setiap hari ia berusaha menumbuhkan benih-benih cinta pada istrinya yang baiiikk banget. 


Sayangnya, pemuda itu nggak bisa lama-lama membohongi dirinya sendiri. Capek pura-pura akhirnya dia jadi dingin banget sama Raihana. Sering cuek bahkan sampai nggak tidur satu kamar lagi. Raihana jelas sedih banget karena merasa ngga bisa bikin suaminya bahagia. Btw, Raihana ini udah cinta banget sama suaminya sejak mereka menikah. Tipikal istri shalehah banget ya, kan?


Kenapa sih pemuda itu nggak bisa mencintai Raihana


Karena dia punya standar istri ideal ala perempuan Mesir yang cuantik seperti titisan Cleopatra. Buatnya, Raihana biasa saja. Kurang cantik. Padahal, banyak orang bilang kalau Raihana ini cantik dan pemuda ini beruntung banget bisa dapat Raihana yang paket komplit. Shalehah, pinter, hafal AlQuran, setia pula. 


Tapi, ya namanya manusia pasti punya standar ideal masing-masing. Sampai akhirnya si pemuda ini merasa jadi suami yang jahat banget. Padahal Raihana selalu senyum, ramah, dan baik banget tetap mau menyiapkan semua kebutuhannya. 


Terus, apa yang terjadi dengan pernikahan keduanya? Apa mereka bakalan tetap bersama atau berpisah? Sila dibaca bukunya ya teman-teman hihi. 


Setelah membaca cerita ini…

Review Novel Pudarnya Pesona Cleopatra 3

Saya sebel banget dengan karakter si tokoh utama, si pemuda yang menginginkan istri yang secantik perempuan Mesir. Tapi, di sisi lain saya teringat dengan kata-kata Ust. Salim A Fillah yang kira-kira begini katanya, 


“Kalau kamu mau menikah, pilihlah yang kamu suka. Kalau kamu suka yang cantik, carilah yang cantik. Lalu, lihatlah agamanya. Kalau agamanya baik, lanjutkan. Tapi, kalau agamanya tidak baik, berhentilah dan cari yang memiliki agama baik.”


Meski sempat sebal karena pemuda ini terkesan nggak bersyukur banget, tapi setelah dipikir-pikir ya manusiawi juga sih. Perasaan kan nggak bisa dipaksa gitu aja ya? Dulu gara-gara banyak quote bilang fisik itu nggak penting, saya sempat termakan dengan anggapan itu. Naif sekali hehe. 


Tapi, setelah dewasa saya jadi sadar. Wajarlah lihat fisik dulu. Namanya juga bakal hidup bareng selamanya. Yang bikin kita berkenan nggaknya kan dari pandangan dulu. Ibarat pepatah, dari mata jatuh ke hati


------------------------------------------------------------------

Baca juga: Review Novel Jakarta Sebelum Pagi

------------------------------------------------------------------


Tiap orang memang punya tipe idealnya masing-masing dan sangat wajar asal nggak merendahkan fisik orang lain. Meski memang ada juga orang yang mampu tanpa melihat fisik terlebih dulu. Ya, nggak apa-apa juga silahkeunnnn. Kamu boleh mempercayai apa yang kamu anggap benar. 


Saya juga sempat bertanya-tanya, sosok Raihana ini kok bisa ya sesabar itu menghadapi suami yang dingin banget. Meski ini karakter fiksi, tapi saya yakin kalau di dunia nyata pun ada sosok yang seperti ini. Apalagi, kebanyakan perempuan Jawa memang dikenal nurut banget sama suaminya. 


Setets Embun Cinta Niyala


Review Novel Pudarnya Pesona Cleopatra

Nah, untuk mini novel yang satu ini saya rada-rada gimana gitu hehe. 


Mini novel kedua ini menceritakan tentang seorang gadis bernama Niyala. Ia hidup di Jakarta dan akan diwisuda sebagai dokter. Sayangnya, di hari bahagianya itu ia justru merasa menjadi orang paling sengsara di dunia. Bahkan, ia memiliki keinginan untuk mati. 


Kenapa? 


Ia diminta ayahnya untuk pulang kampung dan menikah dengan seseorang anak kepala desa yang bernama Roger. Lelaki ini adalah teman SD Niyala yang pernah berusaha untuk melecehkannya waktu Niyala kels 4 SD. Gila nggak sih? Nggak kebayang gimana perasaan Niyala waktu diminta ayahnya menikah dengan Roger.


Ayahnya meminta Niyala menikah dengan Roger karena ayah Niyala memiliki hutang sebanyak 80 juta kepada ayah Roger, alias si kepala desa. Bapak kepala desa berjanji akan menganggap lunas hutang ayah Niyala kalau Niyala mau menikah dengan Roger. Niyala yang merasa terhina dengan keadaan ini merasa bingung. Karena Niyala nggak mau menjadi anak yang durhaka kepada orang tua. Tetapi, di sisi lain Niyala juga nggak sudi menikah dengan Roger. 


Review Novel Pudarnya Pesona Cleopatra


Niyala ini tinggal di Jakarta dengan seorang sahabat ibunya yang dipanggilnya Umi. Ibunya sudah lama meninggal sejak Niyala kecil. Dan ibunya membuat wasiat agar temannya mau merawat Niyala sampai Niyala dewasa. Umi sudah menganggap Niyala sebagai anaknya sendiri. Ia bahkan rela menjual sawah dan semua warisan suaminya agar Niyala bisa kuliah kedokteran. 


Niyala begitu sedih karena nggak sanggup untuk menceritakan isi surat ayahnya kepada Umi. karena Umi ingin Niyala tetap tinggal di rumahnya menjaga Umi. Umi sebenarnya punya anak kandung laki-laki bernama Faiq. Faiq, secara nggak langsung menjadi kakak angkat Niyala. Faiq menjalani studinya di luar negeri dan waktu Niyala akan diwisuda, Faiq pulang untuk menghadiri wisuda Niyala sekaligus akan dijodohkan oleh Umi dengan anak temannya. 


Kedekatan Niyala dan Faiq membuat Niyala nggak mampu menyembunyikan beban hidupnya. Akhirnya Niyala pun menceritakan semuanya pada Faiq dan meminta bantuan Faiq untuk mencari solusi dari permintaan ayah Niyala. 


Lalu, giaman kira-kira solusi yang diberikan Faiq? Apakah Niyala mampu menghindari pernihakan dengan Roger atau tidak?  


Setelah membaca cerita ini… 


Sebenernya waktu baca ini sempat ketebak plotnya, tapi masih shock aja gituuuu apa bakalan bisa kayak gitu? Hehe. Pernah baca cerita serupa juga di Wattpad makanya rada ketebak. 


Sempat greget juga sama ayahnya Niyala. Kok tega ‘ngejual’ anaknya ke orang kayak Roger. Mungkin si ayah Niyala nggak tahu ya kelakuannya Roger, tapi mbok yaaaaa ditelusuri dulu latar belakang si calon mantu. 


Kesel banget. Semoga aja di dunia nyata nggak ada kejadian kayak gini. Nggak kebayang gimana kehidupan pernikahan si anak nantinya. Kadang saya mikir kalau di Indonesia nih apa terlalu kental ya budaya ‘takut durhaka dengan orangtua’ sampai-sampai harus mengorbankan diri. 


Kenapa saya bilang harus? Karena memang kebanyakan masyarakat kita mengHARUSkan anak berkorban untuk orangtua. Karena mereka menganggap kalau orangtua sudah berkorban banyak untuk anaknya. Jadi, sudah semestinya begitu. 


------------------------------------------------------------------

Baca juga: Review Drama Korea 'Bad and Crazy'

------------------------------------------------------------------


Hhh. zuzur saya nggak bisa terima ya, bund. Karena keadaan setiap keluarga berbeda-beda. Anggaplah kayak cerita si mbak Han So-hee yang selalu membayar hutang ibunya yang punya kebiasaan menipu orang. Ini parah banget asli. 


Apakah mbak Han So-hee HARUS membayar hutang ibunya? Jawaban saya sih nggak. Dan berutung di pengadilan mbak Han So-hee dibebaskan dari tanggung jawab membayar hutang ibunya. Merdeka! 



deamerina
Hai! Selamat datang di blog saya. Silahkan menyelami kegiatan yang saya lakuakn yang berhubungan dengan menulis dan fotografi hihi

Related Posts

1 comment

  1. wah penasaran aku mbak
    emang perasaan gak bisa dipaksa ya
    apalagi menikah kan dalam jangka waktu lama
    makanya pandangn pertama itu penting juga
    cuma klo ga salah wanita Mesir yang cantik banget itu wanita koptik ya .

    ReplyDelete

Post a Comment