Travel

FOLLOW US @ INSTAGRAM

Blogger Perempuan
Intellifluence Trusted Blogger

Banner Bloggercrony

Isi Goodie Bag Event Elite Dunia 2026: Hadiah Fisik Mulai Ditinggalkan, Pengalaman Jadi Nilai Utama

Post a Comment
Isi Goodie Bag Event Elite Dunia 2026: Hadiah Fisik Mulai Ditinggalkan, Pengalaman Jadi Nilai Utama

Event elite dunia seperti Golden Globes, Cannes Film Festival, hingga Grammy Awards selalu identik dengan kemewahan.

Namun, memasuki tahun 2026, kemewahan tersebut tidak lagi semata-mata diukur dari harga barang yang diterima tamu undangan, melainkan dari pengalaman eksklusif yang ditawarkan melalui isi goodie bag. 

Pergeseran ini menandai perubahan besar dalam cara event global memaknai hadiah bagi para VIP.

Jika sebelumnya goodie bag identik dengan produk skincare premium, perhiasan, atau aksesori mewah, kini hadiah fisik tersebut mulai berkurang porsinya. 

Sebagai gantinya, penyelenggara event dan brand partner lebih banyak menawarkan pengalaman personal seperti paket perjalanan, retreat kesehatan, hingga akses terbatas ke layanan premium yang tidak bisa dibeli sembarang orang.

Dari Barang ke Experience: Evolusi Nilai Goodie Bag

Goodie bag golden globes

Fenomena ini tidak muncul tanpa alasan. Konsumen kelas atas, termasuk selebritas dan pelaku industri kreatif global, semakin jenuh dengan barang. Mereka lebih menghargai experience economy, di mana kenangan, kenyamanan, dan nilai personal menjadi prioritas utama.

Goodie bag Golden Globes 2026, misalnya, kembali menjadi sorotan karena isinya yang didominasi oleh pengalaman bernilai tinggi. Mulai dari paket menginap di resor eksklusif, layanan kesehatan holistik, hingga perjalanan ke destinasi tertentu dengan konsep privat dan personal. Barang fisik masih ada, namun lebih selektif dan memiliki cerita di baliknya.

Di sinilah peran kurasi menjadi sangat penting. Goodie bag tidak lagi disusun secara massal, melainkan dirancang menyesuaikan profil tamu. Pendekatan ini sejalan dengan tren custom goodie bag di event internasional, di mana setiap item dipilih bukan hanya karena mahal, tetapi relevan dengan gaya hidup penerimanya.

Branding Halus Lewat Pengalaman Eksklusif

Bagi brand, perubahan ini adalah strategi pemasaran yang sangat efektif. Memberikan pengalaman berarti brand memiliki waktu lebih lama untuk “hidup” dalam keseharian penerima hadiah. Sebuah produk bisa habis dipakai dalam hitungan minggu, tetapi pengalaman liburan atau retreat bisa membekas bertahun-tahun.

Selain itu, pengalaman eksklusif jauh lebih shareable. Banyak selebritas yang secara sukarela membagikan momen perjalanan atau layanan premium yang mereka terima melalui media sosial, tanpa kesan iklan langsung. Efek ini membuat goodie bag menjadi alat soft branding yang sangat kuat, terutama di era digital yang mengedepankan autentisitas.

Tak heran jika banyak brand kini lebih tertarik mengalokasikan anggaran besar untuk pengalaman ketimbang merchandise fisik. Nilai prestise yang dihasilkan pun jauh lebih tinggi.

Munculnya Kesadaran Etika dan Keberlanjutan

Goodie bag grammy awards

Menariknya, tren pengalaman ini juga sejalan dengan meningkatnya kesadaran global terhadap isu lingkungan dan sosial. Event elite dunia mulai lebih berhati-hati dalam memilih hadiah agar tidak menimbulkan kesan konsumtif berlebihan.

Beberapa paket perjalanan yang masuk dalam goodie bag kini dirancang dengan konsep yang lebih bertanggung jawab. Bukan sekadar liburan mewah, tetapi juga memperhatikan dampak terhadap lingkungan dan komunitas lokal. Konsep wisata berkelanjutan pun perlahan menjadi bagian dari narasi hadiah eksklusif, meski tidak selalu ditonjolkan secara eksplisit.

Misalnya, pengalaman menginap di eco-resort, tur privat yang melibatkan pelaku lokal, atau aktivitas yang mendukung pelestarian alam. Pendekatan ini membuat goodie bag tidak hanya bernilai secara personal, tetapi juga memiliki dimensi etis yang semakin diapresiasi audiens global.

Dampaknya bagi Industri Event dan Kreatif

Pergeseran tren goodie bag ini turut memengaruhi industri event, pariwisata, dan kreatif secara luas. Event organizer dituntut lebih kreatif dalam mengkurasi hadiah, sementara pelaku industri pariwisata dan hospitality melihat peluang baru untuk berkolaborasi dengan event internasional.

Bagi pasar Asia, termasuk Indonesia, tren ini membuka peluang besar. Destinasi eksotis dengan konsep autentik dan bertanggung jawab berpotensi dilirik sebagai bagian dari paket pengalaman di event global. Selama mampu menawarkan kualitas layanan tinggi dan cerita yang kuat, pengalaman tersebut bisa bersaing dengan destinasi populer di Eropa atau Amerika.

Di sisi lain, industri merchandise pun tidak benar-benar ditinggalkan. Produk fisik tetap dibutuhkan, tetapi harus memiliki nilai tambah—baik dari segi desain, fungsi, maupun keberlanjutan. Inilah alasan mengapa pendekatan personal dan selektif dalam penyusunan goodie bag semakin relevan.

Goodie Bag Sebagai Cerminan Nilai Zaman

Pada akhirnya, isi goodie bag event elite dunia di 2026 bukan lagi soal “seberapa mahal” hadiahnya, melainkan “seberapa bermakna” pengalaman yang diberikan. Pergeseran dari barang ke pengalaman mencerminkan perubahan nilai di kalangan elite global—lebih sadar, lebih personal, dan lebih berorientasi pada kualitas hidup.

Tren ini menunjukkan bahwa kemewahan masa kini tidak harus berwujud benda. Justru, pengalaman yang dirancang dengan baik mampu memberikan kesan jauh lebih eksklusif dan relevan, sekaligus memperkuat citra event dan brand di mata dunia.

deamerina
Halo, aku Dea! Perempuan yang tinggal di Surabaya yang suka jalan-jalan, fotografi, menulis, dan baca buku. Aku suka menulis di sini sebagai sarana curhat dan berbagi. Yuk, temenan di Instagram @deamerina

Related Posts

There is no other posts in this category.

Post a Comment