Bekerja Dengan Hati

by - June 07, 2018



“Kamu kok hobby banget se kerja? Lembur mulu padahal”

Percakapan ini membuatku berpikir berulang kali. Menanyakan perihal yang sama pada diriku sendiri. Untuk kondisi yang sekarang, apa aku mau lembur? Jawabannya tetap sama. Nggak. Akan. Pernah. Kayaknya sih.

Kenapa?

Well, aku punya segudang alasan untuk itu. selain aku lebih memilih untuk beristirahat daripada harus berkerja lebih. Seperti tulisanku yang sebelumnya. Aku tak ingin menjadi robot terlalu lama.
Robot. Hmm, mungkin ini istillah yang digunakan untuk mereka yang bekerja tidak dengan hati. Semacam, bekerja hanya untuk status. Bukan beneran hal yang ingin kita lakukan. Yah, benar memang. Untuk kondisi yang sekarang aku memang tidak bekerja dengan hati. Hanya sekedar tanggung jawab sebagai fresh graduate. At least, ilmu yang aku dapatkan di bangku kuliah dapat tersalurkan dengan baik. Tidak dilupakan begitu saja tanpa aplikasi apapun. Selain itu, setidaknya aku ingin menggoreskan senyum diwajah orang tua yang tlah bersusah payah menguliahkanku hehe.

Terus, cita-citamu apa?

Pertanyaan yang sempat mampir beberapa hari terakhir. Sebenarnya sempat lupa kalo saja nggak ada yang bener-bener nanyain. Lantas dengan spontan aku berkata, aku membagi cita-citaku menjadi dua, yang satu cita-cita berdasarkan realita (ijazah) dan yang satunya cita-cita berdasarkan passion. Dan kedua cita-cita itu bener-bener bersebrangan hehe. Ini sedikit banyak mengganggu pikiranku belakangan. Aku berusaha untuk dekat dengan kedua hal itu. tetapi, yaa kalian tahu tidak ada jalan yang mulus-mulus saja kan?

Semoga saja, kelak aku merasakan tidak berkeberatan untuk lembur. Disaat aku sudah menemukan pekerjaan yang sesuai passionku. Tak lagi menjadi manusia robot. Aamiin.

You May Also Like

0 comments