Meningkatkan Kewaspadaan Virus Corona Lewat Film 'The Flu'

by - March 22, 2020




Masuknya virus Corona atau yang sering disngkat menjadi COVID19, membuat warga Indonesia panik. Yang awalnya Cuma 2 kasus (Maret 2020) trus makin hari bertambah makin cepet sampe sekarang jadi ada sekitar 300 kasus.

Gilak sih secepet itu. Padahal kemarin sama mama santai-santai aja, ‘Ga bakal lah masuk Indo’. Eh taunya masuk dong.

Yang lebih bikin serem lagi adalah virus ini bisa jadi nggak nunjukkin gejala ke beberapa orang. Meski terlihat sehat dan mampu beraktifitas kayak biasa, orang ini tetep bisa spread virus. Jadi lebih serem. Beberapa hari lalu, di group ada temen yang ngebahas film sejenis virus ini. Salah satunya ‘The Flu’.

The Flu ini merupakan film Korea pada tahun 2013. Mengangkat kisah tentang H5N1 alias flu burung. Flu yang sangat mematikan dan persebarannya sangat cepat. Film yang di sutradarai oleh Kim Sung-su ini sukses bikin saya ngeri. Scene demi scene yang menunjukkan gejala orang yang terjangkit. Mulai dari ruam merah yang muncul di sekujur tubuh termasuk wajah sampe muntah darah.

Sedikit spoiler


Kakak beradik Ju Byung Woo dan Ju Byung Ki sedang dalam perjalanan menjemput para imigran gelap yang dikirim dengan kontainer. Sayangnya, saat mereka membuka kontainer tersebut semua orang telah mati. Hanya ada satu orang yang selamat, Monssai, imigran asal Vietnam.

Saat mengetahui kondisi tersebut, kakak beradik ini panik dan segera membawa Monssai kepada bos mereka. Di tengah perjalanan, Monssai kabur. Mereka keliling kota untuk menemukan Monssai. Tetapi, kondisi Ju Byung Ki kurang sehat. Mereka mampir ke apotek untuk membeli obat dan lanjut mencari.

Tiba-tiba sang adik muntah darah dan segera dibawa ke rumah sakit. Saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter, diketahui sang adik terinfeksi virus yang sangat berbahaya. Di saat bersamaan, mulai banyak berdatangan orang-orang yang juga terinfeksi ke rumah sakit.

 Para dokter menanyai sang kakak aktifitas mereka selama ini, pernah berpergian kemana saja dll. Tapi ia tak menjawab, maka dokter mengecek hp pasien dan menemukan rekaman video kondisi kontainer. Mengetahui hal tersebut para dokter menyimpulkan kota mereka dalam keadaan darurat karena ada orang yang diduga membawa virus tersebut yang masih berkeliaran.

Nah, mereka pun akhirnya mencari kontainer tersebut dan mencari Monssai.

Waktu beberapa kejadian serem pun mulai. Adegan demi adegan yang nunjukkin korban mulai berjatuhan bener-bener bikin merinding. Di mall banyak orang tiba-tiba pingsan, di jalan orang-orang tetiba muntah darah. Pokoknya kota jadi kacau banget.

Pada akhirnya pemerintah memutuskan untuk mensterilkan semua lokasi dengan cara lockdown. Nah, disinilah terjadi panic buying. Ya ampun scene ini bener-bener tegang. Banyak orang berebut kebutuhan pokok sampe berantem. Sedih banget. Manusia bisa sampe sebrutal itu.

Film ini bener-bener nunjukkin banyak hal yang selama ini nggak terbayang sama kita. film ini bisa menunjukkan emosi para korban yang terinfeksi. Mulai dari panik, marah, sedih, kecewa, semuanya. Seolah-olah sifat asli tiap orang bisa muncul dengan kondisi tertekan.

Nah, untuk beberapa negara yang sedang menghadapi lockdown kayak Indonesia, mungkin kita bisa belajar dari film ini. Pemerintah menentukan lockdown juga bukan buat kepentingan mereka, tapi demi keselamatan kita semua. Rada kesel sebenernya sama orang-orang yang nggak mau tahu sama keputusan ini. Keputusan ini memang akan berdampak sangat besar bagi perekonomian kita, tapi ini semua menyangkut nyawa banyak orang.

Kalo sampe pemerintah udah memutuskan lockdown dan kalian masih keliaran, itu rada egois sih menurut saya. Karena nggak ada yang tahu kalian bakalan terinfeksi apa nggak. Dengan kamu keluar rumah peluang untuk terinfeksi lebih besar. trus kamu bakalan menularkan virus itu ke orang yang ada di rumah. Dengan di rumah aja, kita bisa mengurangi angka penyebaran virus.

Beberapa hal yang bisa kita terapkan dari film ‘The Flu’ :

Tidak egois


Ada baiknya dalam keadaan genting seperti ini kita nggak hanya mikirin diri kita sendiri. Termasuk membeli kebutuhan pokok secara berlebihan. Mungkin kalian bakalan berdalih menyelamatkan diri, tapi gimana sama mereka yang nggak kebagian? Karena banyak orang-orang yang memborong kebutuhan pokok, harga sembako jadi naik. Gimana nasip saudara kita yang untuk sekadar makan aja susah?

Oh ya, masker juga pada banyak yang kosong sekarang. Padahal yang lebih butuh masker adalah para tenaga medis. Kalo tenaga medis sampe terinfeksi karena nggak pake masker trus nanti yang nanganin pasiennya siapa? Setidaknya mari ringankan beban kerja mereka dengan tidak membeli masker berlebih.

Masker hanya untuk mereka yang sakit. Bagi yang tidak sakit cukup dengan rajin cuci tangan menggunakan sabun atau menggunakan hand sanitizer. Selain itu, tetaplah di rumah. Karena menurut data, rumah sakit kita masih tergolong sangat sedikit. Beda sama negara maju lainnya. Sedangkan penduduk kita cukup banyak.

Memikirkan keselamatan orang lain

Bagi yang sudah terinfeksi mungkin bisa lebih menjaga diri. Menggunakan masker (selain petugas medis, orang yang sakit juga diutamakan menggunakan masker)  supaya orang lain nggak ketularan. Karena covid19 ini bisa menular melalui droplet (cairan).
Selain itu ikuti aturan dokter. Mereka berusaha bikin kita sembuh kok. Sedih banget waktu baca berita ada pasien positif corona kabur dari rumah sakit.

Menjaga stamina

Beberapa waktu lalu saya baca berita. Di situ tertulis kalo imun kita bisa melawan virus corona, alias kita bisa sembuh sendiri. Menjaga tubuh tetap fit sangat penting. Meski di rumah kita tetap bisa olahraga ringan dan makan makanan sehat. Jangan lupa sayur sama buah. Kalo perlu konsumsi vitamin juga.

 Jangan panik

Menghadapi kondisi seperti ini memang membuat kita tegang. Tapi jangan sampe panik, hilang kendali dan melakukan hal-hal yang merugikan. Karena kepanikan akan membuat keadaan jauh lebih buruk. Positif thinking sangat diperlukan dalam kondisi seperti ini.


sumber : cnn indonesia

Kita semua sedang berjuang melawan virus corona. Kamu nggak sendirian. Setelah di terapkannya work from home (kerja di rumah) banyak yang merasa bosan dan stres. Tahan dulu ya, ini semua demi keselamatan banyak orang. Usahakan tetap menjaga tubuh selalu sehat dan lakukan komunikasi via internet kalo butuh seseorang. Jangan sampe stres juga. Mungkin kamu bisa nonton film The Flu biar nggak bosen.
Semangat!



You May Also Like

0 comments