10 Quotes di Novel 'The Architecture of Love' yang Bikin Susah Move On

by - August 19, 2021

Ika Natassa adalah salah satu penulis favorit saya. Daaann, buku terakhir karangan Ika Natassa yang saya baca adalah The Architecture of Love. Buku ini terlahir dari polling twitter yang sayangnya saya nggak main twitter kala itu haha. Jadi nggak bisa ikutan voting deh ðŸĪŠ 


Saya suka sekali dengan plot ceritanya. Sederhana tapi penuh dengan makna. Apalagi diselingi dengan budaya masyarakat Indonesia yang nyata banget. Seperti, ada salah satu bibi Raia yang kepo abis dengan kehidupan pribadi Raia 😎 


Saya juga suka banget dengan karakter River yang misterius tapi hangat. Ah, perasaan saya seolah diaduk-aduk sewaktu baca novel ini. Sedih, kecewa, juga bahagia. Dan juga gemas melihat tingkah RIver antara maju dan mundur mendekati Raia 😆  


Sinopsis


New York mungkin berada di urutan teratas daftar kota yang paling banyak dijadikan setting cerita atau film. Di beberapa film Hollywood, mulai dari Nora Ephron’s You’ve Got Mail hingga Martin Scorsese’s Taxi Driver, New York bahkan bukan sekadar setting namun tampil sebagai “karakter” yang menghidupkan cerita. 


Ke kota itulah Raia, seorang penulis, mengejar inspirasi setelah sekian lama tidak mampu menggoreskan satu kalimat pun. 


Klik. Journal Unik Eco Print 2022


Raia menjadikan setiap sudut New York “kantor”-nya. Berjalan kaki menyusuri Brooklyn sampai Queens, dia mencari sepenggal cerita di tiap jengkalnya, pada orang-orang yang berpapasan dengannya, dalam percakapan yang dia dengar, dalam tatapan sedetik-dua detik bertaut dengan kedua matanya. Namun, bahkan setelah melakukan itu setiap hari, ditemani daun-daun menguning berguguran hingga butiran salju yang memutihkan kota ini, layar laptop Raia masih saja kosong tanpa cerita. 


Sampai akhirnya dia bertemu seseorang yang mengajarinya melihat kota ini dengan cara berbeda. Orang yang juga menyimpan rahasia yang tak pernah dia duga. 


Quotes 












Saat menulis ini saya jadi ingin membaca buku ini lagi dan lagi. Dealing with our past is never easy. Begitulah yang dilakukan oleh River dan Raia. Mereka pergi ke New York berbulan-bulan dengan harapan mampu membuka lembaran baru. Memaafkan dan menerima keadaan. Sayangnya nggak mudah bagi keduanya berdamai dengan bayangan hitam tersebut.


Sejujurnya saya pun jadi turut berkaca. Melihat ke dalam diri mengenai hati yang juga kadang masih teringat bayangan masa lalu. Luka yang pernah ada yang sampai sekarang masih menganga cukup lebar. Benar kata Erin, sabahat Raia, kalau itu semua menghambat kita melangkah di masa ini dan masa depan. Hhhh.


Semoga saja pada akhirnya kita semua akan bisa berdamai dengan diri hihi.



You May Also Like

3 comments

  1. Hallo Kak! Salam kenal yaa, aku Natih.
    Btw aku nemu blog ini di member 1 Minggu 1 Cerita, langsung tertarik berkunjung ketika lihat judulnya tentang novel Arsitektur of Love.

    Aku suka banget novel itu, smpai sekarang kyknya udah baca ulang 3-4 kali..
    Awal pertemuan Raia dan River yang unik dan alur yang mnurutku relate banget sama kehidupan kita sehari-hari

    ahh jadi pengen baca lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. haiii Natiihh!
      hihi sama aku juga suka banget sama buku kak Ika Natassa yang ini 💕
      plotnya emang menarik dan bahasanya bikin naggih untuk balik halaman terusss
      trus aku juga suka karakternya dari kedua tokohnyaaa 😆

      Delete