Travel

FOLLOW US @ INSTAGRAM

Blogger Perempuan
Intellifluence Trusted Blogger

Banner Bloggercrony

Keseruan Kelas Inspirasi Malang, Salah Masuk Markas Tentara!

17 comments

Seperti biasa, di tengah kejenuhan bekerja, saya kembali tergoda mengikuti kegiatan relawan Kelas Inspirasi. Padahal, saya udah bertekad untuk nggak dulu mengikuti kegiatan ini setelah sebelumnya mengikuti kegiatan di Lamongan, Mojokerto, Solo, dan Semarang. Beh, udah kayak roadshow aja yakan haha 🤣 


Hhh, tapi memang setelah sekali mengikuti kegiatan relawan ini sulit untuk berhenti. Euforia kegiatannya seolah bikin saya selalu semangat untuk memulai hari baru. Saya mah belum seberapa, ada seorang teman yang lebih rajin lagi ikutan. Udah nggak bisa dihitung lagi kayaknya setahun ikutan berapa 👀 

Salah panggil orang


Langit perlahan mulai gelap. Setelah selesai salat maghrib, saya bergegas menuju Terminal Bungurasih. Kali ini saya akan melakukan perjalanan ke Malang untuk mengikuti kegiatan relawan Kelas Inspirasi Malang di SDN 1 Sumber Bening


Saya menunggu bus di bawah tulisan ‘Malang’. Beruntung saya nggak menunggu terlalu lama. Saya pun bergegas naik dan mencari tempat duduk yang saya suka. Bangku paling depan! Haha. saya suka banget duduk di bangku paling depan karena bisa melihat jalanan dengan lebih leluasa 😜  


Setelah bus penuh, driver mulai menjalankan bus. Baru saja bus melalui gerbang pintu keluar, ada perasaan yang mengganjal hati 😶 


“Eh, iya! Bukannya aku janjian berangkat sama Mbak Rike???” kata saya teringat akan janji bertemu teman di terminal 😱 


Saya pun membuka ponsel dan menemukan chat whatsapp dari orang yang bersangkutan. Aduh, nggak ngecek hape dulu sih tadi. Saya segera membalas chat dan mengabarkan kalau saya sudah berangkat. Untungnya, teman saya nggak marah. Jangan diulangi lagi deh, ya! 😅



Sesampainya di terminal, saya turun dan menunggu di titik penjemputan. Selang beberapa menit, saya melihat teman saya di depan. Dengan penuh semangat saya memanggilnya 😆 


“Mbak Rikeeeeee!!!” nggak lupa tangan saya angkat tinggi-tinggi berharap bisa dilihat. Tapi, anehnya teman saya nggak noleh sedikit pun. Mana ini tempat gelap dan rada sepi pula 😶


Ponsel saya pun bergetar tanda ada telepon masuk. Mbak Rike. Saya memandang ponsel dan orang di depan saya yang nggak juga menoleh 👀


“Halo, De, ini aku udah mau sampe titik penjemputan ya,” katanya membuat saya malu setengah mati. Saya salah panggil orang hiks 🤣 


HAHAHA 🤣🤣


Nggak lama setelah teman saya tiba, kami pun dijemput beberapa teman lainnya. Yap. kami akan berboncengan bersama sekitar 4 motor untuk sampai di SDN 1 Sumber Bening. Malam-malam naik motor di Malang menuju daerah selatan, bisa dibayangin deh dinginnya gimana hehe 🥴 

Salah masuk markas tentara


Jalanan sudah mulai sepi, perlahan kami meninggalkan daerah kota. Mulai melewati jalanan sedikit berkelok dan banyak pohon. Lampu kendaraan adalah satu-satunya lampu yang menerangi jalanan. Nggak bohong, pikiran saya sedikit was-was 😬 


Karena nggak begitu hafal jalanan, seorang teman memandu kami dengan menggunakan Google Maps. kami mulai memasuki permukiman warga. Di tengah sepi dan gelapnya malam, tiba-tiba kami dikagetkan dengan suara yang bergitu lantang 👀 


“BERHENTI!!!” sontak membuat kami semua kaget dan memberhentikan kendaraan. Kami menoleh pada sumber suara. Ada cahaya senter yang menunjuk kami berjalan mendekat 😶 


Ternyata kami salah memasuki MARKAS TENTARA! Yaampun. Udahlah emang Google Maps ini nggak bisa diandalkan. Sebelumnya, saya juga pernah nyasar ke perkebunan warga waktu mau ke keled. Bayangin, kami jalan di tengah kebun yang abunya masih tebel! 😱



Kami pun berbalik dan menuntun motor untuk keluar. Ya, kami nggak boleh menyalakan mesin. Dihukum kali ya? Haha. setelah beberapa menit kemudian kami melewati jalanan yang berlubang. Kami jalan di tengah sawah. Ini nggak salah lagi kan? Tanya saya dalam hati 😨 


Beruntungnya sih nggak. Nggak lama kemudian kami sampai di sekolah. Legaaa bangeettt. Ternyata kami adalah robongan paling akhir. Teman yang lainnya sudah pada datang dan membuat perlengkapan di salah satu ruang kumpul 😁 


Baru pertama kali mengenal satu sama lain, kami pun saling mengobrol hingga perlahan mengantuk. Jam 12 malam, saya sudah hilang kesadaran 😴 

Sarapan


Hal yang paling saya suka selama mengikuti kegiatan ini adalah makan! Haha. Karena tempat yang kami kunjungi bakalan berbeda-beda, saya selalu menantikan bisa mencoba makanan khas daerah tersebut. Nah, kali ini kami dihidangkan makanan desa yang uenak pol 💃🏼 


Setelah makan dan bersiap, anak-anak sekolah mulai berdatangan. Kami satu persatu meninggalkan ruangan yang kami gunakan untuk tidur dan mulai menyapa anak-anak di luar ✨


Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, kami semua berkumpul di lapangan dengan anak-anak. Para relawan pengajar dan dokumentasi mengenalkan diri dan sedikit menjelaskan kegiatan. Daaaaan nggak lupa juga ada joget bareng haha 💃🏼 

Anak menangis, relawan menangis


Anak-anak pun mulai memasuki kelasnya masing-masing. Begitu pula para relawan memasuki kelas yang sudah dibagi. Bisa di bilang setiap ada kegiatan Kelas Inspirasi ini, anak-anak nggak akan ada pelajaran. Alias main aja sama kami hihi. Eits, main sambil belajar kok 😉


Enaknya menjadi relawan dokumentator adalah saya bisa berjalan-jalan memasuki setiap kelas. Mengabadikan setiap momen lucu dan menyenangkan antara relawan dengan anak-anak 😝


Seperti biasa, hampir setiap kelas pasti rame banget karena anak-anak pada excited dengan penjelasan profesi kakak-kakak relawan. Sejujurnya, mengendalikan anak-anak di dalam kelas cukup sulit. Kalau kitanya nggak pinter ngomong dan cerita, mereka bakalan bosen dan ribut sendiri. Beda deh sama yang udah pada gede-gede. At least mereka akan tetap diam karena..tidur haha 😅 


Sewaktu saya lagi asyin memotret kegiatan di dalam kelas, saya mendengar ada anak yang berteriak di lorong 😮


“Onok sing nangis! Onok sing nangis!” yang artinya adalah ada anak yang menangis 😮 



Saya pun bergegas keluar dan menghampiri salah satu kelas sumber kegaduan. Di luar kelas banyak banget anak-anak berkumpul. Begitu pula relawan lainnya. Perlahan memasuki ruangan 😶 


Ternyata di dalam kelas ada anak yang berkelahi dan mereka nggak mendengarkan relawan yang bertugas. Merasa diacuhkan dan nggak bisa menenangkan mereka, relawan tersebut pun ikutan menangis 👀 


Memang nggak semua orang bisa mengendalikan kelas dan bahkan terbawa emosi. Nggak kebayang sih susahnya jadi guru yang muridnya banyak banget. Dulu saya pernah mengajar les 6 anak saja rasanya sudah kewalahan dan tenaga saya terserap cukup banyak 😅 


Setelahnya beberapa relawan pun turut menenangkan kakak relawan dan anak yang sedang menangis. Beberapa saat kemudian mereka pun tenang dan nggak lagi menangis 😊 

Pulang menerjang hujan


Pukul 12 siang kegiatan selesai. Kami, relawan dan anak-anak, berkumpul di lapangan untuk bersalaman dan foto bersama. Setelah kegiatan, relawan berkumpul di ruangan yang semalam kami gunakan untuk tidur. Kami melakukan evaluasi cepat 🌸 


Naaahh, setelah kegiatan di sekolah selesai, kami seluruh relawan yang terbagi di sekolah yang berbeda akan melakukan evaluasi di suatu tempat. Tapi, saya nggak ikutan dan memutuskan untuk pulang karena nggak enak badan 😬 


Padahal, teman-teman berencana akan ke pantai huhu. Sayang sekali. Mengunjungi tempat wisata juga menjadi agenda yang sering dilakukan setelah evaluasi. Bisa jadi ini lah kegiatan yang paling dinantikan haha 😁 



Saya berboncengan dengan seorang teman menuju terminal di Malang. Kembali kami melewati jalanan berlubang di antara sawah. Ternyata jalanan yang kami lewati memiliki pemandangan yang indah. Emang sih kalau malam cukup horror 😬 


Bahkan salah seorang teman ada yang bisa melihat dan sempat bilang kalau kita sempat ‘diikuti’. Beruntung teman saya nggak cerita malam hari kemariiinnn. Dijamin saya nggak akan bisa tidur nyenyak. Soalnya sekolahnya cukup jauh dari rumah penduduk dan dikelilingi sawah 👀 



Di tengah jalan menuju terminal, hujan turun cukup deras. Daaann teman saya kebetulan hanya membawa jas hujan yang hanya dapat digunakan satu orang. Kami pun berteduh. Saya pun memesan GrabCar menuju terminal 🚗 


Baju saya kebasahan cukup banyak. Begitu masuk mobil, beh langsung tambah kedinginan. Untuk drivernya peka dan kecilin AC bahkan bapak driver nawarin mampir minimarket dulu buat beli tolak angin haha 🤣 


Sesampainya di terminal, saya langsung berlarian di tengah hujan menuju bus yang akan berangkat. Karena saya takut harus nunggu bus berikutnya. Setelah mendapat tempat duduk, saya pun memutuskan untuk tidur supaya nggak meraskaan dingin 😁 



***


Cerita Kelas Inspirasi lainnya

- Kelas Inspirasi Mojokerto

- Kelas Inpirasi Lamongan

- Kelas Inspirasi Semarang

- Kelas Inpirasi Malang

- Kelas Inspirasi Solo



deamerina
Hai! Selamat datang di blog saya. Silahkan menyelami kegiatan yang saya lakuakn yang berhubungan dengan menulis dan fotografi hihi

Related Posts

17 comments

  1. Saya suka banget storytelling kakak ini, ringan, menarik dan interaktif. Jujur saya juga suka gambar-gambar yang digunakan dalam artikel ini, memanjakan mata sekali, eyecacthing bat

    ReplyDelete
  2. Suka banget sama gaya penulisan dan komposisi artikelnya. Seru banget kak pengalamannya. Saya tertarik juga buat jadi relawan pengajar. Mungkin bisa share tips and trick, juga cara daftarnya kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. thank you kaak heehe 😁
      waaah kalo tertarik bisa banget kepoin instagramnya kelas inspirasi kak

      Delete
  3. Kayak.y seru main sama anak-anak ya? Cuma sayang sy tuh kadang rada kesel gitu sama bocil

    ReplyDelete
  4. Pengalaman yang menyenangkan nieh..jadi inget pas zaman sma dulu ada mahasiswa PKL yang nangis di kelas gegara ga bisa handle pertanyaan muridnya. Rupanya emang ga mudah ya mengajar itu. Apalagi anak-anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget. aku pun kadang masih kewalahan. apalagi yang kelasnya isi muridnya 50an beuuhh 🥴

      Delete
  5. Kisah menarik dan inspiratif.terima kasih telah berbagi.

    ReplyDelete
  6. Seru banget baca critanya mbak dea :D
    Aku kirain jadi relawan, ternyata jadi tim dokumentasinya. Foto-fotonya bagus mbak dea.

    Tentara emang gitu. Suka bercanda. Untung aja cuma dorong motor, belum disuruh push up juga...hahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe aku tim dokumentasi mas. kadang masih nggak sanggup ngadepin anak-anak yang buanyak 😁 waduh malem-malem disuruh push up yang ada gerakan kedua saya terkapar ketiduran soalnya udah ngantuk banget 🤣

      Delete
  7. seruuuu, ada kenangannya
    ini kegiatan join di tahun berapa mbak
    kalau ikutan kegiatan kayak gini, enaknya bisa kenal banyak temen juga dari mana-mana

    untung ya waktu di sawah "diikutin" gitu temennya ga cerita, bener tuh kalau cerita waktu itu dijamin kaki lemes

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini tahun 2019 mbak sebelum corona menyerang peradaban haha 🤣
      iyaa itulah yang aku suka dari ikutan kegiatan ini
      aku yang temennya gitu-gitu aja di kantor jadi bisa nambah dari mana-mana hehe
      hahaha jangan sampe mbak. aku orangnya parnoan. bisa bahaya kalo sampe diceritain pas malem 🤣

      Delete
  8. Aku kebayang pas diteriakin berhenti, pasti suara tentaranya kenceng dan bikin auto stop kitanya 🤣.

    Tapi memang yaaa gmaps itu kalo utk daerah terpencil atau bukan kota besar, ngaco bangettt dah. Aku cuma pake itu kalo di kota2 besar, Krn pernah juga disasarin Ama dia pas makenya di tempat terpencil mba. Kayaknya ga update dah 😄.

    Seruuu ceritanya. Aku sendiri ga yakin bisa ngajarin anak2 kecil begini. Anak sendiri aja masih meledak emosi, apalagi banyak anak 😂. Makanya akupun salut Ama guru2 yg bisa ngajarin banyak murid mba

    ReplyDelete
  9. pengalaman yang seru mbak, bermanfaat bagi semua nih, bagi para pembaca juga pastinya, semoga tetap lanjut terus.

    ReplyDelete
  10. Saking serunya baca artikel tiba-tiba udah tamat aja artikelnya. Story tellingnya bagus mbk aku suka banget. Bikin penasaran sama paragraf selanjutnya. Eh mbak pengalaman yang seru banget ya sampai salah masuk markas.

    ReplyDelete

Post a Comment