Museum Pendidikan Surabaya

by - June 13, 2021

Teman-teman ada yang suka datang ke museum? Nah, di Surabaya ada museum baru, namanya Museum Pendidikan  

Museum Pendidikan diresmikan sejak 25 November 2019 bertepatan dengan Hari Guru Nasional, museum ini berlokasi di Jalan Genteng Kali, tepatnya bersebelahan dengan Taman Ekspresi Surabaya 🌳 


Setelah sempat ditutup karena pandemi, akhirnya Museum Pendidikan kembali dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan. Untuk mengunjunginya pun nggak bisa asal datang lagi nih, teman-teman. Tapi harus registrasi terlebih dulu 👀


Cara registrasi 


  • Lalu pilih tempat wisata yang mau dikunjungi. Di website ini tersedia banyak tempat wisata milik pemerintah. Ada Museum Pendidikan, Museum Siola, Wisata Perahu Kalimas, Taman Hiburan Remaja, dan banyak lainnya 👯

  • Cek terlebih dulu untuk kuota yang tersedia lalu teman-teman bisa langsung pesan. Pilih tanggal dan jam kedatangan. Karena lagi pandemi, pengunjung hanya dibatasi 30 orang saja setiap sesi yang berdurasi 1 jam dari jam 08.00-15.00 saja 🕗

  • Setelahnya isi data diri dan tinggal checkout deh! Gampang kan? Tenang, untuk ke Museum Pendidikan teman-teman nggak perlu bayar tiket masuk alias gratis 😜


Museum



Museum Pendidikan
ini berada tepat di pinggir jalan. Jadi, nggak bakalan susah mencarinya. Tapi, beberapa orang mungkin bakalan bingung gimana parkirnya. Untuk parkir ada gedung parkir sendiri di area Taman Ekspresi yang cukup luas untuk mobil dan motor. Setelah parkir, teman-teman bisa jalan melewati Taman Ekspresi atau trotoar jalan raya. Kalau saya sih lebih suka pilih lewat Taman Ekspresi karena lebih sejuk hehe 🌳 


Baca juga: Kerja di Koridor Coworking Space di Saat Pandemi


Museum Pendidikan ini terbagi menjadi 3 bangunan terpisah. Bangunan utama museum itu sendiri, bangunan yang terdiri dari kelas-kelas dengan interior jaman dulu, dan cafe. Setelah daftar online, teman-teman bisa masuk melewati bangunan utama untuk cuci tangan dan pengecekan suhu. Setelahnya jangan lupa untuk menunjukkan bukti pendaftaran pada petugas di depan ya 😁 



Hal pertama yang teman-teman lihat waktu masuk adalah patung manusia purba. Kenapa manusia purba? Karena museum ini mengusung tema pendidikan sejak jaman pra aksara hingga saat ini. Jadi, bisa dibayangkan isinya seputaran dunia literasi 👀 


Di ruangan pertama, teman-teman bisa membaca sejarah pra-aksara dalam dua bahasa, yaitu bahasa inggris dan indonesia. Bahasa inggris ini memudahkan turis yang berkunjung untuk memahami sejarah Indonesia 😉 



Penjelasan sejarah singkat itu ditempel di sekeliling dinding ruangan. Ada juga bantuan monitor tv yang menampilkan foto anak-anak sekolahan jaman dahulu. Teman-teman ada yang penasaran nggak sih, kenapa ya jaman dulu setiap mereka foto nggak ada yang senyum? Semuanya memasang wajah tapres, alias tanpa ekspresi 🤔 hehe  


Selain penjelasan sejarah, di tengah ruangan juga ada etalase yang berisi buku di masa lalu. Jangan tanya pake bahasa apa tulisannyaaaaa. Pakai aksara jawa dan bahasa arab 🙃 Saya terakhir belajar aksara jawa waktu SD. Jangan tanya saya apa isi bukunya ya 😆


Selanjutnya ada ruangan kecil sebelum kita memasuki ruangan kedua. Di ruangan ini, kita akan disambut dengan patung seorang guru yang sedang mengajar lengkap dengan pakaian Jawa di masa itu. Jujur saya suka banget lihat pakaian jaman dulu yang simple dan sopan. Apalagi kalau lihat pakaian sekolah di jaman dulu. Dress sepanjang lutut sederhana. Sewaktu menulis ini saya tiba-tiba terpikir, ada nggak ya sekolah yang seragamnya menggunakan pakaian seperti di masa sebelum Indonesia merdeka? Hehe 😜 




Ruangan kedua ini berisi beberapa benda jaman dulu seperti alat pres tangan, kotak bekal makanan, tas sekolah, sepeda pancal, sepeda motor, komputer, mesin tik, dll. Sepertinya sih masih akan ada beberapa barang lagi karena ada space kosong. Mungkin karena pandemi jadi belum sepenuhnya terisi 😃 


Di ruang berikutnya, ada banyak banget koleksi buku jaman dulu. Mulai dari sabak dan grip yang terbuat dari lempengan batu karbon. Sabak berfungsi seperti buku sedangkan grip berfungsi sebagai pensil. Kalau saya lihat sekilas sih mirip tablet dan pen nya hehe 😆 



Ada pula alat tulis di jaman sekolah dulu seperti penghapus yang bergambar bendera negara, tempat pensil kotak yang tebal itu, rautan berbentuk manusia, beragam sertifikat dan buku pelajaran jaman dulu. Cukup lengkap sih buat saya. Sepertinya generasi z udah nggak punya memori dengan benda-benda itu ya hehe 😝 


Ah iya, di pojok ruangan juga ada kamera jaman dulu yang gede banget terus di sebelahnya ada seragam anak sekolah yang modern. Nah, bisa dibilang setiap patung dalam ruangan itu mewakili era masing-masing 👀 



Ruangan terakhir ini nggak banyak bendanya hanya kumpulan trofi dan beberapa penjelasan sejarah akhir mengenai pendidikan. Sebenarnya sih ada satu ruangan lagi yang bisa dipakai untuk duduk-duduk atau foto-foto. Sayangnya karena pandemi ruangan ini nggak dibuka. Padahal bagus sekali 😬 Di seberang pintu keluar ada cafe, tapi lagi-lagi karena pandemi cafe nya pun tutup sementara. 


Setelah mengelilingi museum, teman-teman bisa berjalan kembali ke area utama melewati taman di belakang untuk menuju gedung yang berisi kelas-kelas di jaman dulu. Susunan bangkunya 1 meja diduduki oleh 2 orang, menggunakan papan tulis kapur, di dinding tergantung penggaris kayu yang sering digunakan guru untuk memukul jari murid yang kukunya panjang, bahkan lantai keramiknya juga sama persis semasa saya SD dulu ✨ 

Sebenarnya ada satu ruangan lagi yang bisa dikunjungi, tapiiiii saat saya ke sana sedang dilakukan renovasi. Udah deh. Kunjungan museum pun berakhir di sini hehe. Memang nggak banyak yang bisa dilihat di Museum Pendidikan, tapi cukup menggambarkan keadaan pendidikan jaman dulu 😁 



Hal lain yang bikin saya senang berkunjung ke sini adalah desain bangunannya yang indah. Sederhana dengan nuansa dinding putih dikombinasi lantai keramik berwarna. Permainan partisi yang dicat warna hijau juga bagus menambahkan kesan modern💕 

 

Untuk fasilitasnya sendiri, Museum Pendidikan sama seperti tempat lainnya. Ada toilet dan mushola yang bersih. Di sisi sebelah kelas yang tadi saya ceritakan. Kalau bingung, teman-teman bisa melihat peta lokasi yang berada di tengah. Tapi, teman-teman nggak akan bingung juga sih karena sebenarnya areanya kecil dan cukup jelas dengan tanda-tanda 😜


Ya, begitulah pengalaman saya kemarin getaway singkat pagi-pagi ke Museum Pendidikan. Yap. Saya ke sana sewaktu weekdays dan ambil sesi paling pagi. Jam 08.00-09.00. Karena diberi waktu hanya 1 jam, awalnya saya kira bakalan nggak cukup. Tapi, ternyata saya hanya menghabiskan waktu 30 menit saya. Eh, tapi sepertinya bakalan beda ceritanya kalau saya ke sana barengan dengan beberapa teman sih haha. Seperti biasa mereka pasti saya minta untuk pose dan cekrak cekrek hihi 😜 


Semoga saja di Surabaya semakin banyak museum apalagi yang keren kayak di Jakartaaaaa! Hihi 🙏🏽😆🥰


You May Also Like

12 comments

  1. Wah bagus ya museum pendidikan, bisa menambah wawasan kita

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak jalan-jalan sambil belajar hehe

      Delete
  2. Aaaah aku Mbaaa suka banget ke museum karena keracun sahabat aku! Sayang sejak pandemi aku udah gak pernah ke museum lagi karena sekarang dibatesin dan aku yang gak berani naik angkutan umum lagi pandemi gini :(

    makasih udah diajak jalan-jalan virtual ke museum Mba, menarik banget nih temanya tentang pendidikan dari dulu sampe sekarang di Indonesia gitu temanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaaah sayang banget ya mbak. eh, tapi di Museum Pendidikan ini juga dibatesin sih tiap sesinya dan bahkan tiap ruangan

      sama-sama mbak Tikaaaaa makasih juga udah bacaaa 😆

      Delete
  3. nanti kalo ke Surabaya, nmpaknya wajib ke sini deh hehehee

    ReplyDelete
  4. Museumnya bagus banget! Aesthetic gitu ya, Kak 🤣 terus warnanya putih + ada sentuhan modern, jadi cakep suasananya 🥰
    Lihat foto yang ruang kelas itu, aku jadi teringat sama masa SDku yang sempat pakai meja + kursi seperti itu. Kursinya jadi satu sama meja, kurang nyaman karena jaraknya kejauhan untukku dulu, jadi kalau nulis harus nungging 🤣 mana kalau taruh barang, suka merosot terus karena mejanya miring 🤣
    Terima kasih Kak Dee udah ajak jalan-jalan virtual 🥰 senang banget rasanya karena udah lama nggak ke museum wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha iya bener Li. aku pun nggak nyaman pake kursi meja yang nyambung gitu
      tp untungnya cuma beberapa sih yang nyambung gitu 🤣
      sama sama Liaaaaaa. makasih juga udah bacaaa
      aku pun kangen berat ke museum huhu

      Delete
  5. ubinnyaa, aku suka ubin yang vintage begitu
    jalan genteng kali cukup sering aku lewati kalau balik ke rumah di daerah Tidar sana mbak, tapi aku nggak ngeh kalau ada museum disana
    didirikan akhir 2019, terus awal 2020 corona, dan udah hampir 2 tahun ga balik surabaya. Pantesan aku nggak tau ya
    perlu dinoted dulu ini, sapa tau ntar bisa main ke sana juga

    ngeliat suasana kayak gini kok inget waktu aku sekolah dulu, model tempat duduk dan mejanya ada yang kayak di foto

    ReplyDelete
    Replies
    1. mbak Ainunnnn aku pun juga suka ubin vintageee
      beberapa cafe di Surabaya sekarang ubinnya kayak gini hihi 🥰
      waaahhh, mbak Ainun ternyata orang Surabaya jugaaaa
      iya ini baru soalnya mbak hehe
      kuy main-main ke sini

      Delete
  6. Kelas yang berisi meja+kursi mengingatkanku pada masa sma. kebetulan bangunan sma ku merupakan bangunan kolonial. Jadi kesan jadul dan vintage masih dipertahankan. Termasuk kursi dan meja yang jadi satu. Lantai yang masih berupa ubin juga dipertahankan keasliannya. Kemudian ada ruang kelas yang bentuknya seperti ruangan teater atau bioskop. Papan tulis bentuknya atas bawah yang bisa dikerek.Jadi tidak ada istilah yang belakang ga bisa nulis materi karena ketutupan..hehehhe

    bentuk bangunan dan penataannya sangat menarik. Jadi ga bosen kalau berkunjung ke sini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah mas, aku auto bayangin ruangan yag kayak ruangan teater itu
      gimana ya bentuknya? jaman ku kayaknya nggak ada yang model gituuu haha 🤣
      papan tulisnya juga kayaknya unik banget bisa di kerek
      kalau dulu sekolah mentok papan tulisnya bisa diputer 180 derajat
      jadi depan belakang bisa buat nulis gituuuu

      yaammpun jadi kangen jaman sekolah hihi

      Delete