8 Tips Solo Traveling Biar Nggak Zonk

by - March 02, 2022


Siapa yang kangen traveling cuuunggg?? Hehe saya salah satunya. Dulu setiap kali sumpek sama rutinitas, biasanya weekend saya langsung cus pergi. Entah sudah berencana sebelumnya atau spontan di hari itu juga ðŸĪŠ 


Seringnya sih baru kepikiran untuk pergi malam sebelumnya. Jadi Sabtu pagi langsung cus berangkat ke stasiun karena saya suka banget naik kereta. Dan ke-random-an selalu terjadi haha. Maklum, saya lebih sering traveling sendiri ketimbang bareng teman. Apalagi alasannya kalau bukan biar nggak rempong hehe 🙂 



Walaupun menyenangkan, solo traveling juga kadang bikin deg-degan karena kita nggak akan tahu hal unpredictable apa yang bakalan terjadi. Apalagi nggak ada teman yang bisa diajak berdiskusi. Nah, buat teman-teman yang berencana solo traveling, coba deh tips berikut ini biar nggak terlalu nano-nano di perjalanan 😁


1. Tentukan tujuan (itinerary)



Meskipun ingin pergi secara spontan, ada baiknya temn-teman menentukan tujuan. Mulai dari pergi ke mana setelah sampai, bakalan naik apa, sampai kegiatan apa yang bakal teman-teman lakukan di sana 💃🏞


Misalnya, (dulu) biasanya hal pertama yang saya lihat adalah jam keberangkatan yang paling mendekati dan jam pulang yang nggak begitu malam (kalau one day trip). Saya sudah ready jam 7 pagi. Jam keberangkatan terdekat adalah jam 8 menuju Kediri dan jam pulang sekiar jam 3 sore. Setelah pesan tiket, saya bakalan cek di sana ada tempat wisata apa yang menarik untuk dikunjungi. Anggaplah Gereja Poh Sarang 👀 



Saya akan browsing transportasi apa yang memungkinkan dari stasiun menuju lokasi wisata. Kalau sudah tahu saya akan susun kegiatan apa yang bisa saya lakukan misalnya makan siang dan sholat. Kemudian pukul berapa saya bisa kembali ke stasiun 😉 


Menentukan itineary ini penting banget meskipun teman-teman tipe yang spontanitas seperti saya dulu. List itinerary dibuat supaya kita nggak zonk atau menghabiskan waktu terlalu lama untuk mencari informasi ini dan itu saat sampai di lokasi 😁 Biasanya sih setelah dapat itineary saya langsung cek di tiket.com untuk reservasi penginapan, flight, dan kegaitan di tempat wisata. Praktis banget kan? hihi


2. Browsing review tempat wisata



Tips kedua yang nggak kalah penting adalah review. Membaca review ini penting banget supaya kita tahu apa yang bisa kita lakukan di tempat wisata tersebut. Supaya bisa mendapatkan gambaran apakah tempatnya cocok dengan apa yang kita inginkan ðŸŒļ 


Misalnya saya ingin sekadar duduk melihat pemandangan. Eh, tetapi ternyata tempat wisata yang saya datangi diharuskan untuk trekking yang melelahkan. Padahal saya lagi capek dan hanya ingin duduk. Males banget kan kalau udah pergi jauh-jauh dan berujung bete? 😐


Review ini selain membantu kita bagaimana gambaran tempat wisata juga memudahkan kita untuk tahu sekiranya transportasi apa saja yang bisa digunakan untuk sampai di sana. Tapi memang ada baiknya teman-teman selalu berjaga-jaga karena terkadang keadaan saat di review itu sudah berbeda dengan keadaan teman-teman datang ke sana 👀


Seperti misalnya saat saya menuju Kebun Teh Lawang di review-nya sih bisa didatangi dengan naik angkot dari stasiun. Karena ada terminal dekat tempat wisata tersebut. Tetapi, karena keadaan pandemi, ternyata terminal sudah nggak ada lagi di dekat tempat wisata dan nggak ada angkot yang mengarah ke sana 😅


3. Buat plan



Plan B yang sering saya buat biasanya berhubungan dengan transportasi saat pulang. Seperti saat ke Kediri ternyata saya kehabisan tiket kereta api. Beruntung ternyata bus menuju Kediri-Surabaya beroperasi sampai malam. Jadilah saya pulang naik bus 🚌 


Selain perihal transportasi, ada baiknya teman-teman membuat plan B untuk berjaga-jaga kalau tempat wisata tutup atau ada kendala tertentu seperti sulit untuk dijangkau, tidak sesuai dengan review beberapa orang ðŸ˜ķ 


Membuat list plan B ini juga berguna banget supaya liburannya nggak zonk. Coba deh bayangin udah jauh-jauh pergi ke suatu tempat dan ngarep banget bisa ke tempat itu, eh begitu sampai ternyata tutup. Hm, bete nggak hayo? 🙂


4. Pilih tempat menginap bersama 



Buat teman-teman yang hobi backpaker sendirian atau bergerombol, untuk menghemat biaya bisa banget pilih tempat menginap yang berbentuk dorm alias satu kamar sharing dengan banyak orang. Atau biasanya disebut hotel capsule khusus backpaker. Biasanya penginapan ini menyediakan pilihan room untuk perempuan saja, laki-laki saja, dan ada pula yang campur 😄 


Harga hotel capsule ini pun murah banget. Mulai dari Rp50.000 teman-teman sudah dapat fasilitas lengkap. Karena sistemnya sharing, hotel capsule biasanya menyediakan kamar mandi di luar yang memiliki beberapa bilik 👀 


Pilihan penginapan ini cocok banget buat teman-teman yang mengutamakan experience untuk tempat wisata. Karena biasanya penginapan jadi cost paling besar saat traveling. Memilih penginapan bersama juga membuat teman-teman bisa bertemu dengan banyak orang baru dengan latar belakang berbeda. Yaaa, itung-itung nambah temen gitu deh. Lumayan kan siapa tahu ketemu dengan orang yang memiliki tujuan sama 😁 


5. Hubungi teman



Traveling ke suatu tempat nggak terkadang nggak harus ke tempat yang lagi hits lho. Terkadang teman-teman bisa menjadikan salah satu kampung halaman temen kalian untuk liburan ✨ 


Misalnya saja saya saat itu pergi ke Tuban (salah satu kampung halaman teman saya). Sebagai warga Surabaya yang terbiasa melihat gedung dan kendaraan, liburan ke Tuban jadi salah satu hal yang menyenangkan buat saya. Apalagi rumah teman saya benar-benar jauh dari jalanan utama. Untuk ke rumahnya saja kami harus naik truck haha ðŸĪĢ Nah, justru menemukan hal-hal yang nggak terlupakan deh.


Kami pun bermain di sawah dan mengunjungi salah satu air terjun di sana, Air Terjun Ngelirip. Waktu itu Ngelirip bener-bener masih asri dan bersih karena belum menjadi tempat wisata yang viral. Eh, nggak tahunya beberapa lama kemudian Ngelirip nge-hits dan berubah total 😅 


6. Bawa botol minum dan snack



Bagian ini jadi bagian penting buat saya kalau traveling, membawa botol minum dan snack. Soalnya saya biasanya di kereta bawaannya laper mulu. Meski cuma ke Malang doang kalau nggak ada yang dikunyah itu rasanya aneh haha. Teman-teman ada yang kayak saya nggak nih? ðŸĪŠ


Membawa botol minum, selain untuk berjaga-jaga kalau-kalau kehausan di tengah perjalanan dan nggak ada penjual, juga untuk menjaga linkungan. Sebenarnya saya rada sayang aja sih dengan tempat umum di Indonesia. Kalau dipikir-pikir, terkadang rasanya sedikit percuma saat kita membawa botol minum tetapi kita tetap harus membeli air mineral botolan di minimarket atau toko kelontong 👀 


Padahal, kalau saja ada keran air siap minum di tempat umum seperti stasiun mungkin bakalan lebih baik lagi. Selain untuk lingkungan juga untuk masyarakat sekitar. Bisa jadi lho orang-orang jadi lebih rajin minum air hihi. Terlepas dari air tersebut berbayar ataupun tidak 😁  



7. Catat pengeluaran 



Sebelum mencatat pegeluaran, sebelumnya kita perlu membuat budgeting saat traveling. Meski pergi secara spontanitas, setidaknya kita bisa tahu berapa kisaran biaya yang dikeluarkan dalam perjalanan tersebut 🙂 


Nah, setelahnya barulah kita mencatat pengeluaran agar nggak keluar jalur yang sudah ditentukan. Kebiasaan ini penting banget untuk diterapkan. Selain lebih hemat, kebiasaan ini juga akan membantu kita lebih disiplin dengan apa yang sudah kita tentukan di awal.  ✨


Godaan terbesar saat traveling adalah membeli oleh-oleh untuk kerabat atau kenang-kenangan untuk diri sendiri. Beeh, rasanya tuh setiap kali melihat sesuatu pengen beli semua. Ahaha, ada yang begini nggak nih? ðŸĪŠ


Jangan sampai deh kita berangkat membawa satu ransel, eh begitu pulang membawa satu koper yang full oleh-oleh haha. Ah iya, kalau kata Ayudya dan Ditto (pasangan artis yang hobi traveling panutan saya), kalau pergi boleh aja beli oleh-oleh tapi yang lebih bermanfaat dan bermakna 😉 


8. Bawa uang cash secukupnya



Sejujurnya, hal ini cukup sulit buat saya lakukan. Terlebih saat traveling ke tempat yang nggak ada ATM nya. Saya memiliki kebiasaan untuk membayar dengan kartu debit supaya kalau rekapan bisa lebih mudah. Maklum, saya seringkali lupa rincian pembelanjaan saya kalau menggunakan uang cash 😅 


Membawa uang cash secukupnya juga membantu kita lebih hemat. Teman-teman bisa membawa uang cash sesuai dengan budgeting awal. Kebiasaan membawa uang cash berlebih, selain cukup berbahaya (saat traveling ke tempat yang kurang aman) juga menghindari kita berbelanja berlebihan 💰


Biasanya, saat melihat dompet penuh dengan uang, kita bakalan beranggapan kita masih memiliki uang untuk melakukan kegiatan lain di luar rencana. Jadi, secara psikologis ini nggak begitu baik. Kan nggak lucu kalau pulang-pulang saldo ATM ternyata meronta-ronta ðŸ’ļ 


Jaman sekarang kalau kata gen Z mah, healing boleh tapi jangan sampai pulang-pulang pening (karena bokek). Haha memang sih kadang traveling itu sering bikin kita lupa diri. Niat hati memanjakan diri sebagai self reward, tapi malah ngabisin tabungan dan malah bikin stres 👀 


Kalau teman-teman, biasanya apa nih yang perlu banget diperhatiin kalau mau traveling? ðŸ˜



You May Also Like

5 comments

  1. aku suka banget solo traveling, soalnya bener-bener bisa naikin mood dan ngilangin stress. infonya bermanfaat banget nih kak

    ReplyDelete
  2. Bener bangeeet. Solo traveling gabikin ribet. Cuma yaaa kadngkala rada sepi klo pas mellow. Hahaha ... Ayo, dek, solo travelling ke Jogja, nemuin akuuu biar kita kopdaran sesama anggota 1m1c hahaahha..

    ReplyDelete
  3. plan budgeting ini perlu menurutku, meskipun itungan kasar dulu gak papa, jadi bisa mengira-ngira perlu total duit berapa, nggak semuanya dibawa cash, simpan di ATM juga, kalaupun cash kadang aku bagi di dua dompet terpisah mbak, buat jaga-jaga, kartu-kartu aku pisahin, biasanya kalau pas aku ke luar negeri.

    itin dibuat juga, pengen kemana aja, survey via internet soal arah atau rutenya, biar nggak mencar-mencar, karena biasanya terkendala sama waktu cuti yang nggak banyak, kudu atur waktu juga di jalan

    ReplyDelete
  4. Belum pernah solo traveling buat wisata. Kalo mau wisata sih, selalu minimal berdua. Pernah sih sendiri ke Jawa (dari Sumatera), pergi naik pesawat dan pulang naik bus. Belum tau arah kemana segala macem. Baru pas sampe Jawa, cari2 info kemana nya. Tapi itu dalam rangka tes untuk kerja jadi karyawan di perusahaan heheh

    ReplyDelete
  5. Aku kalo solo traveling skip dulu mba ðŸĪĢ. Pernah sekaliiiii, ke Palembang. Iseng aja pengen tahu sanggub ga solo traveling. Hasilnya, pas malam2 di hotel ketakutan sendiri trus nelpon suami minta DTG besoknya hahahahahah ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ.

    Aku tuh ga cocok memang solo. Pokoknya kalo traveling harus ada temennya.

    Kalo masalah persiapan, baru deh aku detil bgt orangnya. Pernah jalan spontan atau ga, jawabannya pernah. Tapi ga sering. Biar gimana aku LBH suka perjalanan yg dilakukan dengan persiapan total. Budgetnya udh disiapin, ITIN udah disusun, plan B dan C udah ada. Traveling yg terorganized gitu lebih cocok buatku. Dulu alasannya supaya ga buang waktu di tempat tujuan. Apalagi kalo ke LN. Sayang aja kalo ga ada ITIN yg memadai.

    Kalo cash, utk domestik aku LBH suka cashless. Tapi LN aku lebih suka cash. Soalnya susah tarik duitnyaaa hahahahha. Trus rate-nya mahal, dan ada biaya penarikan juga 😅. Tapi uang yg aku bawa pastinya aku simpen dalam moneybelt dan di pecah2 tempat penyimpanan. Amit2 kalo ada apa2, setidaknya ga semua ilang

    ReplyDelete