Travel

FOLLOW US @ INSTAGRAM

Blogger Perempuan
Intellifluence Trusted Blogger

Banner Bloggercrony

Sepatu

4 comments
Sekitar satu bulan lalu, aku baru menyadari kalau ternyata bagian dalam sepatuku mulai rusak. Aku nggak pernah menyadari sebelumnya, karena tiap kali memakai sepatu aku langsung memakainya sambil berdiri dan langsung berjalan.

Hari itu, aku duduk dan mengambil sepatu yang mengarah padaku. Saat itulah, aku baru menyadari ternyata bagian dalam belakang sepatuku rusak. “Oh, rusak rupanya.” Begitu kataku saat itu.

Sejak saat itu, aku mempertimbangkan membeli sepatu baru. Mulai mencari sepatu yang cocok saat kebetulan sedang berada di luar. Iya, kebetulan. Bukan dengan sengaja. Tapi, nyatanya aku nggak kunjung menemukan sepatu yang nyaman di hati. Yang pada akhirnya, aku selalu menunda dan menunda.

Beberapa hari kemudian aku melihat sol sepatuku mulai rusak sedikit di bagian kanan dan kirinya. Aku pun membawanya ke tukang sepatu untuk dijahit. Beres.

Lalu, selang beberapa hari kemudian, saat akan jalan pagi, aku memperhatikan bagian depan sol sepatuku mulai terkikis dan menghilang. Seolah memberikan pertanda. Kalau saja sepatuku bisa berbicara, ia akan berkata, “Cepat cari penggantiku, aku sudah lelah berjalan selama 5 tahun.”
“Ah, jangan dulu.” Batinku yang terlalu malas untuk harus kebali mencari.
Sepatu ini sudah aku gunakan sejak 2019. Aku sudah terlanjur nyaman dengannya. Hingga merasa malas untuk mencari dan menemukan penggantinya. Tapi, aku tahu aku harus mencari sepatu baru segera.

Pada akhirnya, aku nggak bisa selalu memaksakan untuk menemukan yang benar-benar pas di hati. Tapi, setidaknya aku bisa memilih yang cukup membuatku senang dan nyaman.
deamerina
Hai! Selamat datang di blog saya. Silahkan menyelami kegiatan yang saya lakuakn. Saya menulis berbagai macam hal seperti review film, buku, skincare, cerita jalan-jalan, dan penalaman pribadi.

Related Posts

4 comments

Anonymous said…
Kayak nyari jodoh sih ini, gk bisa cari yg kekecilan ataupun kegedean harus yg pas haha
Fanny_dcatqueen said…
Aku juga tipe yg maleees gonta ganti sepatu mba 🤣. Kalo bisa tunggu sampe rusak bener2. Bedanya kalo sol udah lepas atau robek, aku biasa lgs buang. Kalo suamiku coba panggil tukang sol. Krn terkadang lepasnya setelah 6-7 thn, ya memang udh waktunya ganti. Makanya ga tertarik cari tukang sol.

Itu kenapa, brand sepatu yg aku pake, ya itu2 aja, soalnya udah tau awetnya seberapa lama, dan memang nyaman di kaki. 😄
Ainun said…
sama kayak aku, kalau udah males mencari sepatu yang baru, ya sepatu yang udah kusam dan bolong malah aku pake.
Ngemall aja pake sepatu bolong, maklum sepatu canvas, dan kayaknya memang ga terlalu keliatan kalau diliat secara kasat mata atau jarak jauh

kebetulan sepatu yang sering aku pake, belinya di surabaya, jadi males juga kalau ke surabaya cuman beli sepatu aja hahaha
Sepatumu awet banget say, mihil ya :D
Akoh palingan bertahan 2-3 tahun, tapi kebanyakan sih rusak karena jarang dipake.
Nantilah akoh di Surabaya ini baru mulai sering pakai sepatu, itupun yang itu-itu mulu, udah mau menganga lagi tuh sepatu.

Padahal, bener banget dah.
Susah menemukan sepatu yang bikin kita nyaman di hati, akoh malah ketambahan nyaman di rekening wakakakakak.